Managing Director FedEx Indonesia, Garrick Thompson, mengungkapkan bahwa kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah negara memberikan dampak tidak langsung yang signifikan bagi Indonesia. Fenomena ini mendorong sejumlah perusahaan asing untuk memindahkan atau memperluas operasional mereka ke tanah air guna mengoptimalkan biaya dan jalur ekspor.
Relokasi Perusahaan Global dari China
Garrick menjelaskan bahwa hubungan diplomatik yang baik antara Indonesia dan pemerintah AS menjadi daya tarik utama bagi investor. Kondisi ini memungkinkan Indonesia mendapatkan nilai tarif yang kompetitif di pasar global untuk mendukung aktivitas perdagangan internasional.
“Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah AS untuk mendapatkan setidaknya nilai tarif yang baik bagi Indonesia. Dengan itu, salah satu tren yang kami lihat adalah lebih banyak perusahaan berubah ke Indonesia dan meningkatkan output dari Indonesia,” ujar Garrick dalam sebuah diskusi virtual.
Tren relokasi ini terlihat jelas pada perusahaan-perusahaan yang sebelumnya berbasis di China. Para pelaku usaha tersebut memanfaatkan momentum negosiasi tarif untuk membangun posisi strategis di Indonesia dalam jangka menengah dan panjang guna mengamankan rantai pasok mereka.
Peluang Sektor Tekstil dan Pasar Eropa
Kebijakan tarif baru ini dinilai tidak sepenuhnya berdampak negatif bagi industri logistik. Garrick menyoroti sektor pakaian dan tekstil sebagai salah satu bidang yang paling responsif terhadap perubahan dinamika tarif internasional saat ini.
Selain pasar AS, FedEx juga melihat potensi besar di pasar Eropa, terutama dengan adanya perkembangan pembahasan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Beberapa pelanggan mulai memperluas fokus pasar mereka ke Eropa untuk mendorong pertumbuhan bisnis logistik yang lebih stabil.
Strategi FedEx Mendukung UKM Nasional
Dalam menghadapi pergeseran lanskap industri ini, FedEx memposisikan diri sebagai mitra pertumbuhan bagi pelaku usaha, termasuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Perusahaan logistik global ini aktif menyediakan solusi agar pelaku usaha bisa fokus pada bisnis inti mereka.
FedEx menggabungkan kekuatan jaringan internasional dan teknologi pelacakan global dengan pendekatan tim lokal di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat membantu UKM memahami bahwa pengiriman ke luar negeri memiliki kemiripan dengan e-commerce domestik, meski tetap memerlukan penyesuaian terhadap regulasi internasional yang berlaku.
Informasi lengkap mengenai tren makro industri logistik dan dampak kebijakan tarif ini disampaikan melalui pernyataan resmi Managing Director FedEx Indonesia yang dirilis pada Jumat, 20 Februari 2026.
