Berita

Fenomena Kalender Februari 2026: Penjelasan Ilmiah di Balik Sebutan Bulan Paling Sempurna dan Mitos 823 Tahun

Advertisement

Bulan Februari 2026 tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah sejumlah pihak menyebutnya sebagai bulan paling sempurna. Selain bertepatan dengan perayaan Valentine, struktur penanggalan pada bulan kedua tahun ini dinilai memiliki keteraturan unik yang menarik perhatian warganet.

Narasi ini bermula dari unggahan pengguna X yang menyebut bahwa Februari 2026 memiliki komposisi empat hari untuk setiap nama hari, mulai dari Senin hingga Minggu. Fenomena ini diklaim hanya terjadi sekali dalam 823 tahun, sebuah pernyataan yang kemudian menarik perhatian luas, termasuk dari pemilik platform X, Elon Musk, yang turut membagikan tangkapan layar kalender tersebut.

Struktur Kalender dan Sebutan Bulan Sempurna

Februari 2026 terdiri dari tepat 28 hari yang dimulai pada hari Minggu dan berakhir pada hari Sabtu. Kondisi ini membuat seluruh hari dalam bulan tersebut terbagi rata ke dalam empat minggu penuh tanpa ada hari tambahan atau sisa hari di luar siklus mingguan.

Bagi para pencinta keteraturan, susunan ini menciptakan visualisasi kalender berbentuk persegi panjang yang simetris. Setiap tanggal dalam sebulan masuk ke dalam siklus mingguan secara rapi, di mana hari Senin, Selasa, hingga Minggu masing-masing muncul sebanyak empat kali. Hal ini memudahkan penyusunan agenda jadwal karena keselarasan harinya.

Klarifikasi Pakar dan Bantahan Mitos 823 Tahun

Meski terlihat istimewa, para pemeriksa fakta dan pakar astronomi memberikan penjelasan berbeda terkait klaim kelangkaan fenomena ini. Melansir AFP Fact Check, struktur Februari dengan empat minggu penuh adalah hal yang lumrah terjadi pada setiap tahun yang bukan merupakan tahun kabisat.

Advertisement

Senada dengan hal tersebut, Africa Check menegaskan bahwa narasi mengenai fenomena MiracleIn yang hanya terjadi 823 tahun sekali adalah informasi yang tidak benar. Berikut adalah beberapa poin klarifikasi terkait mitos tersebut:

  • Bukan Fenomena Langka: Pola 28 hari dengan empat hari kerja yang sama terjadi pada setiap tahun non-kabisat.
  • Informasi Daur Ulang: Klaim angka 823 tahun merupakan hoaks lama yang sering muncul kembali secara teratur dengan mengubah keterangan tahun.
  • Istilah MiracleIn: Nama tersebut tidak memiliki dasar ilmiah atau pengakuan dalam sistem kalender resmi.
  • Isu 25 Jam: Klaim bahwa Februari 2026 akan memiliki hari dengan durasi 25 jam dipastikan sebagai informasi palsu oleh para pemeriksa fakta.

Analisis Time and Date

Lembaga pemantau waktu Time and Date menyatakan bahwa pesan berantai mengenai bulan ajaib ini merupakan klaim viral yang menyesatkan. Pola hari kerja pada Februari 2026 sama persis dengan pola yang terjadi pada setiap bulan Februari yang memiliki durasi 28 hari.

Informasi lengkap mengenai keteraturan kalender ini didasarkan pada data astronomi dan verifikasi fakta yang dirilis oleh berbagai lembaga pemeriksa fakta internasional untuk meluruskan narasi yang beredar di media sosial.

Advertisement