Berita

Forbes Asia Nobatkan Penjual Sayur Chen Shu-chu sebagai Pahlawan Filantropi dengan Total Donasi Rp5,3 Miliar

Seorang penjual sayur sederhana dari Kota Taitung, Taiwan bagian timur, Chen Shu-chu, berhasil menarik perhatian dunia dengan kedermawanannya. Pada tahun 2010, ia dinobatkan dalam daftar “48 Heroes of Philanthropy” Asia-Pasifik versi Forbes Asia setelah menyumbangkan hampir 10 juta dollar Taiwan, atau sekitar Rp5,3 miliar, untuk berbagai kegiatan amal dan sosial selama lebih dari tiga dekade.

Kisah Inspiratif Chen Shu-chu

Kehidupan Chen Shu-chu sejak muda jauh dari kemewahan. Ia terpaksa putus sekolah pada usia 13 tahun setelah ibunya meninggal dunia. Sejak saat itu, Chen mengambil peran penting dalam membantu ayahnya menghidupi empat adik laki-laki dan dua adik perempuan dengan berjualan sayur.

Puluhan tahun kemudian, Chen tetap setia dengan profesinya sebagai penjual sayur di Pasar Sentral Taitung. Dari hasil kerja kerasnya itulah, ia menyisihkan sebagian besar penghasilannya untuk disumbangkan kepada berbagai organisasi amal, membuktikan bahwa kedermawanan tidak mengenal batas kekayaan.

Pengakuan Internasional dan Lokal

Penghargaan dari Forbes Asia menempatkan nama Chen Shu-chu sejajar dengan para dermawan besar dan tokoh terkenal di kawasan Asia-Pasifik, termasuk legenda film bela diri Jackie Chan, bintang NBA Yao Ming, serta Elizabeth Murdoch.

Meski mendapat pengakuan internasional, Chen yang saat itu berusia 61 tahun tetap merendah. “Saya tidak menyumbang banyak uang,” ujarnya singkat saat mendengar kabar namanya masuk daftar Forbes, sebagaimana dilansir Taiwan Today pada Senin, 8 Maret 2010.

Pengakuan atas kiprahnya juga datang dari pemerintah daerah. Pada 7 Maret 2010, Kepala Daerah Taitung Justin Huang mengutus sejumlah pejabat untuk mengunjungi Chen dan menyampaikan ucapan selamat. Dalam kunjungan tersebut, para pejabat memasang spanduk merah besar bertuliskan “Honor of Taitung” sebagai bentuk penghormatan.

Associate Editor Forbes Asia, John Koppisch, menjelaskan kriteria pemilihan dalam daftar “Heroes of Philanthropy”. “Nama-nama yang kami pilih tidak selalu pemberi sumbangan terbesar. Kami ingin menyoroti beragam sosok dermawan yang pantas mendapat pengakuan,” kata Koppisch, dikutip dari Taipei Times.

Dampak Kedermawanan yang Berkelanjutan

Beberapa lembaga yang pernah menerima donasi dari Chen Shu-chu antara lain Biara Fo Guang Shan dan panti asuhan Kids Alive International. Kedermawanannya juga menyentuh sektor pendidikan.

Beberapa tahun sebelum pengakuan Forbes, Chen menyumbangkan 4,5 juta dollar Taiwan untuk pembangunan perpustakaan di Sekolah Dasar Ren-Ai, sekolah tempat ia pernah menimba ilmu sebelum berhenti. Ia juga sempat mengungkapkan rencana untuk menyumbangkan 10 juta dollar Taiwan pada tahun 2010 guna membantu siswa-siswa kurang mampu di wilayah Taitung.

Kisah inspiratif Chen Shu-chu ini pertama kali diangkat oleh KOMPAS.com, yang merujuk pada laporan dari Taiwan Today dan Taipei Times pada Maret 2010.