Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada Kuartal I 2026 yang diproyeksikan tetap berada di level tinggi. Pertumbuhan ini merupakan kelanjutan dari tren positif pada kuartal sebelumnya yang mencatatkan angka 5,39 persen secara tahunan (yoy).
Pendorong Utama Konsumsi Rumah Tangga
Perry menjelaskan bahwa aktivitas ekonomi selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) menjadi motor utama penggerak konsumsi masyarakat pada awal tahun ini. Momentum penting tersebut meliputi Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, hingga perayaan Idulfitri 1447 H.
“Mobilitas populasi Indonesia sangat tinggi karena HKBN itu berada di Kuartal I ini akan mendorong peningkatan konsumsi,” ujar Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Kamis, 19 Februari 2026.
Stimulus Pemerintah dan Kebijakan Moneter
Selain faktor musiman, pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh berbagai kebijakan strategis. Bank Indonesia mencatat adanya pengaruh positif dari pelonggaran kebijakan moneter serta perbaikan ekspektasi konsumen yang memperkuat daya beli rumah tangga.
Sektor riil juga diharapkan mendapat dorongan signifikan dari realisasi program-program pemerintah yang berfokus pada kesejahteraan dan pembangunan manusia. Beberapa program utama yang disoroti antara lain:
- Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih (KDMP).
Proyeksi Investasi dan Pertumbuhan Tahunan
Sektor investasi diperkirakan akan tumbuh lebih kuat, didorong oleh realisasi investasi pemerintah dan kelanjutan program hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA). Keyakinan pelaku usaha yang terus membaik turut menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional ke depan.
Meskipun tidak merinci angka spesifik untuk Kuartal I, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2026 akan berada pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen secara tahunan. Perry menegaskan bahwa dukungan pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga untuk mendukung peningkatan ekonomi di masa mendatang.
Informasi mengenai proyeksi ekonomi nasional ini disampaikan melalui pernyataan resmi Gubernur Bank Indonesia dalam rangkaian konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur yang dirilis pada 19 Februari 2026.
