Harga memori DDR5 di pasar global dilaporkan kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan hingga menyentuh angka Rp 270.000 per gigabyte (GB). Fenomena ini dipicu oleh tingginya permintaan chip untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang mulai menguras pasokan memori dunia.
Detail Kenaikan Harga RAM DDR5
Produsen laptop modular asal Amerika Serikat, Framework, mengungkapkan bahwa modul DDR5 saat ini berada di harga termurah sekitar 12 dollar AS atau setara Rp 202.000 per GB. Namun, harga tersebut berpotensi meningkat hingga 16 dollar AS (sekitar Rp 270.000) per GB, tergantung pada konfigurasi, model, serta merek yang digunakan.
Data dari situs RAM Pricing memperkuat temuan ini dengan mencatat harga rata-rata di marketplace Amazon kini berkisar di angka 13,85 dollar AS (sekitar Rp 233.000) per GB. Sebagai perbandingan, pada tahun lalu, harga memori serupa masih berada di bawah level 10 dollar AS atau sekitar Rp 169.000 per GB.
Jika kalkulasi harga per GB mencapai 16 dollar AS, maka konsumen kemungkinan harus merogoh kocek hingga 256 dollar AS atau sekitar Rp 4,3 juta untuk mendapatkan RAM DDR5 berkapasitas 16 GB. Harga ini bersifat estimasi dan dapat bervariasi sesuai dengan kebijakan vendor masing-masing.
Pemicu Utama: Ekspansi Teknologi AI
Framework menjelaskan bahwa tren kenaikan harga ini sejalan dengan prediksi pasar sebelumnya. Faktor utama yang mendorong kenaikan ini adalah lonjakan kebutuhan chip DRAM untuk menopang kinerja infrastruktur AI di berbagai perusahaan besar. Berikut adalah beberapa poin utama penyebab kenaikan harga:
- Tingginya permintaan chip DRAM untuk server dan pusat data berbasis AI.
- Tren kenaikan harga memori global yang masih terus berlanjut.
- Keterbatasan pasokan di tengah permintaan pasar yang melonjak tajam.
Dampak pada Berbagai Kapasitas Memori
Kenaikan harga ini tidak merata di semua lini produk. Chip memori dengan kapasitas tinggi, seperti varian 128 GB, disebut menjadi yang paling terdampak oleh fluktuasi harga pasar. Di sisi lain, untuk konfigurasi 32 GB dan 64 GB, pihak Framework berupaya menjaga harga tetap stabil dan mendekati tarif lama meskipun terdapat tekanan stok di pasar global.
Informasi mengenai perkembangan harga komponen ini disampaikan berdasarkan laporan resmi Framework yang dirangkum dari kondisi pasar dan ketersediaan stok vendor hingga Februari 2026.
