Indonesia Peringkat 2 Negara Paling Rawan Gempa Dunia 2026, Pacitan Baru Saja Diguncang
Indonesia kembali tercatat sebagai salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia menurut pemetaan global Earthquakelist per Februari 2026. Posisi ini dipertegas dengan peristiwa gempa bermagnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari.
Statistik Global dan Posisi Indonesia
Berdasarkan data Earthquakelist hingga Jumat (6/2/2026) pukul 14.28 WIB, Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam hal frekuensi gempa bumi. Lembaga tersebut mencatat setiap aktivitas seismik dengan magnitudo 4 atau lebih dalam radius 300 kilometer dari wilayah kedaulatan suatu negara.
Indonesia membuntuti Meksiko yang berada di posisi puncak daftar tersebut. Data ini dihimpun dari berbagai sumber otoritas geologi internasional, termasuk Survei Geografis Amerika Serikat (USGS) dan Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC).
Daftar Negara dengan Aktivitas Gempa Tertinggi 2026
Berikut adalah rincian jumlah aktivitas gempa bumi signifikan yang dicatat oleh Earthquakelist pada awal tahun 2026:
| Negara | Jumlah Gempa (M4+) |
|---|---|
| Meksiko | 221 |
| Indonesia | 189 |
| Filipina | 125 |
| Rusia | 124 |
| Jepang | 107 |
Selain lima besar di atas, negara lain yang memiliki aktivitas seismik tinggi meliputi Chili (78), Guatemala (62), Peru (55), China (45), dan Papua Nugini (40).
Rekam Jejak Aktivitas Seismik Indonesia
Dalam satu dekade terakhir, Indonesia secara konsisten berada di posisi dua besar negara paling rawan gempa. Earthquakelist mencatat Indonesia pernah menduduki peringkat pertama pada tahun 2016, 2018, 2019, 2021, 2022, dan 2023.
- 2025: Peringkat 2 (1.936 gempa, terkuat M 6,7)
- 2024: Peringkat 2 (1.872 gempa, terkuat M 6,4)
- 2023: Peringkat 1 (2.224 gempa, terkuat M 7,1)
- 2022: Peringkat 1 (2.206 gempa, terkuat M 6,9)
Penyebab Geologis Kerawanan Gempa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa tingginya aktivitas seismik ini disebabkan oleh posisi geografis Indonesia yang dilalui oleh titik temu tiga lempeng tektonik utama, yakni lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.
Secara teknis, terdapat tiga zona utama pemicu gempa di Indonesia: zona subduksi (pertemuan lempeng), zona transform (sesar geser), dan zona sesar kerak bumi dangkal. Ketiga zona ini memiliki mekanisme fisik berbeda yang memicu getaran dari skala kecil hingga besar di berbagai wilayah Nusantara.
Informasi lengkap mengenai pemetaan risiko bencana ini merujuk pada data resmi Earthquakelist dan laporan aktivitas seismik harian yang dirilis oleh BMKG pada 7 Februari 2026.