Institut Teknologi Sumatera (Itera) menetapkan kebijakan resmi terkait proses Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026. Dalam pengumuman tersebut, Itera menegaskan bahwa nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak menjadi indikator penentu kelulusan bagi calon mahasiswa baru yang mendaftar melalui jalur prestasi.
Kriteria Penilaian dan Peran Nilai TKA
Kepala Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Itera, Dr. Abdul Rajak, menjelaskan bahwa nilai TKA hanya digunakan sebagai persyaratan administratif untuk keperluan pendaftaran. Penilaian utama dalam seleksi SNBP tetap mengacu pada nilai rapor serta prestasi siswa yang relevan dengan bidang studi yang dipilih.
“Fokus seleksi tetap pada rekam jejak akademik dan prestasi siswa, bukan pada nilai TKA,” ujar Abdul Rajak sebagaimana dikutip dari laman resmi Itera pada Minggu (15/2/2026). Ia menekankan bahwa konsistensi nilai akademik selama masa sekolah menjadi poin krusial dalam penilaian tim seleksi.
Kuota Mahasiswa Baru Itera 2026
Pada tahun akademik 2026/2027, Itera menyediakan total daya tampung sebanyak 5.275 kursi mahasiswa baru yang tersebar di 41 program studi. Khusus untuk jalur SNBP, kampus ini mengalokasikan kuota sebesar 35 persen atau sekitar 1.846 kursi bagi siswa berprestasi dari seluruh Indonesia.
Abdul Rajak mengingatkan calon peserta untuk memperhatikan setiap tahapan seleksi dengan saksama. Ketepatan dan keakuratan pengisian data akademik yang telah diverifikasi oleh sekolah asal menjadi faktor penting yang memengaruhi hasil seleksi berbasis prestasi ini.
Referensi Program Studi Terfavorit
Sebagai bahan pertimbangan bagi calon mahasiswa, Itera merilis data peminat dari tahun sebelumnya. Pada SNBP 2025, tercatat sebanyak 10.259 pendaftar bersaing memperebutkan kursi di Itera. Berikut adalah lima program studi dengan jumlah peminat terbanyak:
| Program Studi | Jumlah Peminat |
| Farmasi | 1.202 |
| Teknik Informatika | 918 |
| Teknik Pertambangan | 830 |
| Teknik Industri | 701 |
| Teknologi Pangan | 455 |
Meskipun data peminat tahun lalu dapat menjadi referensi, Abdul Rajak menyarankan agar pilihan program studi tetap disesuaikan dengan minat, bakat, dan kemampuan akademik masing-masing individu. Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru Itera yang dirilis pada 15 Februari 2026.
