Pemerintah melalui hasil Rapat Tingkat Menteri (RTM) resmi menetapkan jadwal libur awal puasa 2026 bagi siswa sekolah. Keputusan ini merupakan bagian dari penyesuaian kalender pendidikan yang bertepatan dengan rangkaian hari libur nasional dan cuti bersama pada Februari 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menjelaskan bahwa para siswa akan menikmati jeda libur yang cukup panjang sebelum memasuki pola pembelajaran Ramadhan 1447 Hijriah. Pengaturan ini telah disepakati bersama oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri.
Rincian Jadwal Libur Awal Puasa dan Hari Raya Imlek 2026
Berdasarkan hasil RTM yang digelar pada 5 Februari 2026, rangkaian libur siswa sekolah dimulai dari akhir pekan yang bersambung dengan peringatan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili serta awal Ramadhan. Berikut adalah rincian jadwal resminya:
| Tanggal | Keterangan |
| 14–15 Februari 2026 | Akhir Pekan (Sabtu–Minggu) |
| 16 Februari 2026 | Cuti Bersama Imlek |
| 17 Februari 2026 | Libur Nasional Imlek 2577 Kongzili |
| 18–20 Februari 2026 | Libur Awal Puasa Ramadhan 1447 H |
| 23 Februari 2026 | Pembelajaran Tatap Muka Dimulai Kembali |
Kombinasi antara libur nasional, cuti bersama, dan libur awal puasa ini memberikan waktu istirahat sekitar lima hari bagi siswa sebelum kembali ke sekolah pada Senin, 23 Februari 2026.
Skema Pembelajaran Selama Bulan Ramadhan
Pemerintah menegaskan bahwa libur awal puasa bukan berarti kegiatan pendidikan terhenti sepenuhnya. Terdapat skema khusus yang mengatur jalannya aktivitas belajar mengajar selama bulan suci tersebut agar tetap efektif namun menghormati kebutuhan ibadah.
Pada periode 18 hingga 20 Februari 2026, ditetapkan sebagai masa pembelajaran di luar satuan pendidikan. Selanjutnya, pembelajaran tatap muka di sekolah akan berlangsung mulai 23 Februari hingga 16 Maret 2026. Kegiatan ini mencakup pembelajaran formal di kelas maupun aktivitas luar kelas yang relevan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Kegiatan tersebut dapat berupa pembelajaran formal di kelas maupun aktivitas luar kelas yang relevan dengan nilai keagamaan,” demikian bunyi keterangan resmi hasil rapat tersebut. Bagi siswa muslim, program seperti pesantren Ramadhan, pengajian, hingga lomba keagamaan akan menjadi bagian dari proses pengayaan pengalaman selama bulan puasa.
Peran Orang Tua dalam Pendampingan Siswa
Masa libur awal puasa ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh keluarga untuk membangun kesiapan spiritual dan emosional anak. Orang tua memiliki peran penting dalam membimbing anak memahami makna puasa, kedisiplinan, serta empati melalui aktivitas sosial di lingkungan rumah.
Pemerintah menyusun rangkaian libur yang berdekatan dengan Imlek ini agar kalender pendidikan tetap efisien tanpa mengurangi waktu belajar secara signifikan. Dengan pengaturan ini, siswa diharapkan dapat menyambut Ramadhan 1447 H dengan persiapan akademik dan spiritual yang lebih matang.
