PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) membukukan volume angkutan barang sebesar 1,1 juta ton sepanjang Januari 2026. Capaian ini menunjukkan stabilitas operasional perusahaan dengan kontribusi segmen non-batu bara yang kini mencapai 47 persen dari total muatan nasional.
Rincian Volume Angkutan dan Dominasi Komoditas
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menjelaskan bahwa komoditas batu bara masih menjadi kontributor utama dengan porsi 53 persen atau setara dengan 590.000 ton. Meski demikian, diversifikasi layanan pada segmen non-batu bara menunjukkan penguatan portofolio yang signifikan di awal tahun ini.
Berikut adalah rincian volume angkutan KAI Logistik berdasarkan jenis layanan pada Januari 2026:
- Layanan BBM dan BBK: 266.000 ton
- Angkutan Kontainer: 222.000 ton
- Angkutan Semen: 32.000 ton
- Layanan Kurir (Bisnis Ritel): 6.587 ton
- Limbah B3: 594 ton
Pertumbuhan Signifikan pada Segmen Kontainer dan Kurir
Yuskal menyoroti adanya kenaikan permintaan pada layanan berbasis rel di luar komoditas batu bara. Angkutan kontainer mencatatkan pertumbuhan sebesar 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara bisnis ritel atau kurir tumbuh sebesar 35 persen.
“Peningkatan kinerja pada segmen non-batu bara dinilai mampu menjaga stabilitas perusahaan secara keseluruhan. Kontribusi angkutan non-batu bara yang mencapai 47 persen menunjukkan semakin menguatnya portofolio layanan KAI Logistik,” ujar Yuskal dalam keterangan resminya.
Tantangan Industri dan Efisiensi Rantai Pasok
Penyesuaian pada segmen batu bara dipengaruhi oleh dinamika industri serta fluktuasi harga global yang menjadi tantangan bagi sektor logistik. KAI Logistik merespons kondisi tersebut dengan mengoptimalkan kapasitas angkut dan mempercepat proses pengangkutan guna menjaga kepercayaan dunia usaha.
Keberadaan moda kereta api dinilai krusial dalam mendukung distribusi nasional karena mampu mengangkut volume besar secara konsisten. Hal ini membantu pelaku usaha dalam mencapai efisiensi rantai pasok serta memberikan kepastian jadwal distribusi barang ke berbagai wilayah di Indonesia.
Informasi mengenai capaian kinerja operasional ini disampaikan melalui pernyataan resmi PT Kereta Api Logistik yang dirilis pada Kamis, 12 Februari 2026.
