Edukasi

Kemendiktisaintek Rilis Skema Gaji dan Tunjangan Guru SMA Unggul Garuda Baru Sesuai Perpres 116/2025

Advertisement

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi memaparkan skema gaji serta tunjangan bagi guru dan tenaga kependidikan di SMA Unggul Garuda Baru. Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2025 yang mengatur standarisasi kesejahteraan bagi tenaga pendidik di institusi tersebut.

Status Kepegawaian dan Landasan Hukum

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Dirjen Saintek Kemendiktisaintek, Ardi Findyartini, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan status kepegawaian dalam struktur sekolah ini. Guru SMA Unggul Garuda Baru akan berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sementara tenaga kependidikannya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Guru dan tenaga kependidikan SMA Unggul Garuda Baru akan menerima gaji dan tunjangan seperti halnya guru pada umumnya, namun akan ada tunjangan lainnya,” ujar Findyartini dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Rencana Tunjangan Khusus dan Fasilitas Rumah Dinas

Kemendiktisaintek saat ini tengah merumuskan peraturan perundang-undangan terkait tunjangan tambahan tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas kualifikasi rekrutmen dan tuntutan pekerjaan yang dinilai sangat tinggi. Proses perumusan ini melibatkan koordinasi intensif dengan KemenPAN-RB dan Kementerian Keuangan.

Selain komponen gaji, pemerintah juga menyediakan fasilitas penunjang bagi para pengajar, antara lain:

Advertisement

  • Gaji guru PPPK Golongan IX (lulusan S1) berkisar antara Rp 3,2 juta hingga Rp 5,2 juta.
  • Fasilitas rumah dinas seluas 60 meter persegi yang berlokasi di area sekolah.
  • Tunjangan khusus yang besarannya masih dalam tahap finalisasi.

Update Proses Rekrutmen CASN

Perekrutan tenaga pendidik ini dilakukan melalui mekanisme Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di bawah koordinasi Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Hingga penutupan pendaftaran guru pada 16 Februari lalu, tercatat sebanyak 490 pelamar yang kini tengah menjalani verifikasi administrasi.

Sementara itu, pendaftaran untuk posisi tenaga kependidikan masih dibuka bagi masyarakat umum hingga 5 Maret mendatang. Seluruh proses seleksi diharapkan dapat menjaring sumber daya manusia terbaik untuk menunjang performa sekolah unggulan tersebut.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kemendiktisaintek yang dirilis pada konferensi pers di Jakarta.

Advertisement