Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Indonesia. Hal ini terlihat dari lonjakan Nilai Tukar Petani (NTP) yang kini menyentuh angka 125, sebuah pencapaian yang diklaim sebagai hasil dari tingginya permintaan bahan baku pangan.
Kontribusi Program MBG terhadap Nilai Tukar Petani
Dadan menjelaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang menguntungkan bagi produsen pangan lokal. Menurutnya, kehadiran program MBG telah menumbuhkan optimisme baru di kalangan masyarakat agraris.
“Program ini betul-betul menumbuhkan gairah di masyarakat dan membuat petani kembali berseri. Nilai Tukar Petani sudah naik menjadi 125 dan saya yakin ini turut dikontribusikan oleh program Makan Bergizi Gratis,” ujar Dadan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Rantai Pasok dan Permintaan Bahan Baku
Kebutuhan bahan baku dalam program MBG menciptakan permintaan besar terhadap produk pertanian dan peternakan secara berkelanjutan. Dadan memberikan gambaran teknis mengenai kebutuhan satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memerlukan pasokan telur dalam jumlah besar setiap harinya.
- Satu SPPG membutuhkan sekitar 3.000 butir telur per hari.
- Dibutuhkan kurang lebih 4.000 ayam petelur untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
- Peningkatan jumlah ayam petelur berdampak pada kenaikan kebutuhan jagung untuk pakan.
Dadan menilai rantai permintaan ini menggerakkan ekonomi desa dan berdampak luas pada sektor lain. “Ternyata program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menyasar produk-produk pertanian, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi lainnya, mulai dari distribusi hingga logistik,” tambahnya.
Rekor Tertinggi NTP dalam Sejarah Indonesia
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa angka NTP 125 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Capaian ini disebut sebagai hasil dari berbagai langkah deregulasi, efisiensi anggaran, serta transformasi pertanian menuju sistem modern.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), NTP nasional pada Desember 2025 tercatat sebesar 125,35. Secara kumulatif sepanjang tahun 2025, NTP nasional mencapai 123,26, atau mengalami peningkatan sebesar 3,04 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Informasi lengkap mengenai capaian sektor pertanian dan dampak program Makan Bergizi Gratis ini disampaikan melalui pernyataan resmi dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026.
