Islami

KH Zaki Mubarok Terangkan Lima Persiapan Penting Sambut Ramadan 1447 H dalam Khutbah Jumat

Advertisement

Umat Islam diimbau untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadan 1447 H dengan penuh kegembiraan dan persiapan spiritual yang matang. Pesan tersebut menjadi inti dari khutbah Jumat pekan ini, 13 Februari 2026, yang disusun berdasarkan panduan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ramadan sebagai Wujud Kasih Sayang

Sekretaris MUI Kota Tangerang, KH Zaki Mubarok, menjelaskan bahwa kegembiraan dalam menyambut Ramadan merupakan cerminan rasa syukur atas kasih sayang Allah SWT. Menurutnya, bulan suci ini adalah kesempatan bagi setiap hamba untuk memperbaiki diri dan menghapus dosa-dosa masa lalu.

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah,” (HR Ahmad).

Zaki mengingatkan agar umat tidak mengeluh saat memasuki bulan puasa. Sebaliknya, Ramadan harus dipandang sebagai tamu agung yang kehadirannya belum tentu dapat ditemui kembali pada tahun-tahun mendatang. Hal ini merujuk pada fakta bahwa banyak kerabat atau rekan yang telah berpulang sebelum sempat bertemu Ramadan tahun ini.

Lima Langkah Persiapan Menuju Ramadan

Dalam materi khutbahnya, terdapat lima poin utama yang perlu dipersiapkan oleh umat Islam sebelum memasuki bulan suci agar meraih keberkahan maksimal:

Advertisement

  1. Taubat kepada Allah: Langkah awal untuk membersihkan hati agar ibadah terasa lebih ringan dan penuh makna.
  2. Saling Memaafkan: Menyelesaikan persoalan antarmanusia agar taubat lebih diterima oleh Allah SWT sebelum memasuki bulan ampunan.
  3. Memperbaiki Shalat: Memperkokoh tiang agama melalui perbaikan niat, ketepatan waktu, dan kualitas kekhusyukan.
  4. Menjaga Hati: Menghilangkan dendam dan kebencian agar batin lebih lapang dalam menerima rahmat Ramadan.
  5. Melatih Diri: Mulai mengurangi kemaksiatan secara konsisten sejak sebelum Ramadan tiba sebagai bentuk kesiapan mental.

Menjaga Esensi Puasa dari Sekadar Lapar dan Dahaga

Selain menahan lapar, KH Zaki Mubarok menekankan pentingnya menjaga seluruh anggota badan selama berpuasa. Hal ini bertujuan agar umat tidak termasuk dalam golongan orang yang merugi sebagaimana peringatan Rasulullah SAW mengenai orang yang hanya mendapatkan lapar dan haus dari puasanya.

  • Puasa Mata: Menahan pandangan dari hal-hal yang dilarang untuk menjaga kesucian batin.
  • Puasa Lisan: Menghindari perkataan kotor, dusta, dan ghibah yang dapat merusak pahala ibadah.
  • Puasa Hati: Membersihkan batin dari sifat iri dan dengki agar ibadah semakin bermakna.

Sebagai penutup, khutbah tersebut juga mengajak jemaah untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah. Informasi lengkap mengenai panduan ibadah dan materi khutbah ini disampaikan melalui pernyataan resmi KH Zaki Mubarok yang dirilis pada laman resmi MUI.

Advertisement