Teknologi

Kris Marszalek Tolak Tawaran Rp 8,4 Triliun untuk AI.com: Saya Tidak Akan Angkat Telepon

Advertisement

CEO Crypto.com, Kris Marszalek, mengungkapkan bahwa dirinya baru saja menolak tawaran akuisisi domain AI.com senilai 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 8,4 triliun. Tawaran fantastis tersebut datang dari pihak lain sesaat setelah Marszalek merampungkan pembelian domain dua huruf itu dengan harga 70 juta dollar AS.

Penolakan Tawaran Fantastis Pasca-Akuisisi

Dalam sebuah wawancara di kanal TBPN, Marszalek membeberkan momen ketika ia didekati oleh pihak yang ia sebut sebagai the other side. Meskipun iming-iming keuntungan yang ditawarkan mencapai lebih dari tujuh kali lipat dari harga belinya, ia menegaskan tidak memiliki niat untuk melepas aset digital tersebut dalam waktu dekat.

“Tidak dijual. 500 juta dollar AS bahkan tidak akan membuat saya mengangkat telepon,” tegas Marszalek dalam wawancara yang dirilis pada Selasa (10/2/2026).

Rencana Peluncuran Produk dan Antisipasi Infrastruktur

Marszalek mengisyaratkan bahwa AI.com akan menjadi landasan utama bagi peluncuran produk baru yang terintegrasi dengan ekosistem bisnisnya. Ia memastikan bahwa layanan pertama dari domain tersebut akan mulai dirilis secara bertahap dalam kurun waktu 48 jam ke depan guna menjaga stabilitas infrastruktur situs.

Langkah rilis bertahap ini diambil sebagai pelajaran dari insiden sebelumnya, di mana situs AI.com sempat mengalami kelumpuhan total tepat setelah iklan komersialnya tayang di ajang Super Bowl. Saat ini, Marszalek mengeklaim sudah ada ratusan ribu orang yang masuk dalam daftar tunggu untuk menjajal layanan dengan slogan AGI is coming soon tersebut.

Advertisement

Rekam Jejak Kepemilikan AI.com

Sebelum dikuasai oleh taipan kripto tersebut, AI.com memiliki sejarah panjang yang bermula dari tangan pengusaha asal Malaysia, Arsyan Ismail. Arsyan membeli domain tersebut pada tahun 1993 saat masih berusia 10 tahun seharga 100 dollar AS menggunakan kartu kredit ibunya karena sesuai dengan inisial namanya.

Domain yang awalnya merupakan investasi sederhana tersebut kemudian menjadi rebutan raksasa teknologi dunia, termasuk OpenAI dan Elon Musk, sebelum akhirnya jatuh ke tangan Marszalek. Informasi mengenai perkembangan aset digital ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kris Marszalek dalam sesi wawancara di platform TBPN.

Advertisement