Finansial

Luhut Ungkap Rencana Rombak OJK dan BEI Demi Incar Dana Asing Rp 1.179 Triliun Masuk ke Indonesia

Advertisement

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan strategi besar untuk mereformasi pasar modal Indonesia guna menarik kembali arus modal asing. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa pekan terakhir.

Luhut memproyeksikan potensi dana asing yang masuk ke Indonesia dapat mencapai 40 miliar hingga 70 miliar dollar AS. Dengan asumsi kurs Rp 16.845 per dollar AS, nilai tersebut setara dengan Rp 673,8 triliun hingga Rp 1.179 triliun.

Proyeksi Arus Modal Asing dan Reformasi Struktural

Proyeksi nilai investasi tersebut merujuk pada perhitungan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Luhut meyakini bahwa jika transformasi pasar modal berjalan maksimal, modal yang sempat keluar (outflow) akan kembali dalam jumlah yang jauh lebih besar.

“Dan saya yakin seperti MSCI bilang, sembilan kali modal yang outflow akan kembali kira-kira 40-70 billion dollar,” ujar Luhut di kantor DEN, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).

Ia menekankan bahwa kunci untuk merealisasikan potensi tersebut adalah reformasi struktural yang konsisten. Meskipun kondisi pasar sedang fluktuatif, Luhut menilai fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat dan memiliki ruang tumbuh yang sehat.

Usulan Perombakan Tata Kelola OJK dan BEI

Salah satu poin krusial yang disoroti Luhut adalah efektivitas pengawasan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia menilai pola kerja di lembaga tersebut masih terkotak-kotak atau bersifat “silo-silo”, sehingga menghambat penegakan aturan di sektor jasa keuangan.

Luhut mengusulkan penguatan kewenangan Ketua OJK agar memiliki otoritas sebagai single investigator dalam melakukan penyelidikan. Selain itu, Ketua OJK diharapkan memiliki wewenang untuk membatalkan keputusan anggota komisioner lain jika dianggap tidak sejalan dengan kepentingan pengawasan yang lebih luas.

Advertisement

Selain aspek kepemimpinan, Luhut mendorong implementasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam sistem pengawasan. Ia mencontohkan keberhasilan India yang mampu membalikkan kondisi pasar saham melalui reformasi serupa dan penguatan independensi regulator.

Kriteria Pemimpin Muda untuk Otoritas Pasar Modal

Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, Luhut mengisyaratkan adanya rencana pergantian Komisioner OJK dan Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menekankan pentingnya memberikan ruang bagi figur muda yang memiliki rekam jejak profesional dan integritas tinggi.

  • Figur harus memiliki kredibilitas kuat di mata investor global.
  • Memiliki pengalaman teknis yang mumpuni di bidang pasar modal.
  • Tidak mudah diintervensi oleh kepentingan pihak mana pun.
  • Mampu berkoordinasi langsung dan memberikan laporan berkala kepada Presiden.

Luhut menegaskan bahwa praktik manipulatif seperti “saham gorengan” tidak boleh lagi terjadi karena merusak kepercayaan investor internasional. Kredibilitas pasar modal Indonesia sangat bergantung pada penilaian lembaga indeks global seperti MSCI untuk membangun kepercayaan pasar yang lebih besar.

Informasi lengkap mengenai arah kebijakan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan pada Jumat, 13 Februari 2026.

Advertisement