Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte melontarkan kritik tajam terhadap narasi kekuatan militer Rusia dalam konflik di Ukraina. Dalam pernyataannya, Rutte menepis anggapan bahwa Rusia adalah beruang perkasa dan justru mengibaratkan pergerakan pasukan Moskwa seperti siput taman yang lamban.
Data Kerugian Personel Militer Rusia
Berbicara dalam konferensi pers bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Munich, Jumat (13/2/2026), Rutte memaparkan data kerugian besar yang dialami pihak Rusia. Ia mencatat bahwa intensitas kehilangan nyawa di pihak lawan terus meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
“Rusia mengalami kerugian yang sangat besar, hari demi hari. Sebanyak 35.000 personel tewas pada Desember dan 30.000 lainnya tewas pada Januari,” ungkap Rutte. Ia menegaskan bahwa angka-angka tersebut menunjukkan realitas yang kontras dengan citra kekuatan besar yang ingin ditampilkan oleh Kremlin.
Kritik Terhadap Propaganda Moskwa
Rutte menilai Rusia sengaja membangun persepsi sebagai kekuatan yang menakutkan untuk memengaruhi opini global. Namun, ia memperingatkan masyarakat internasional agar tidak terjebak dalam propaganda tersebut karena fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.
“Mereka ingin kita memandang Rusia sebagai beruang perkasa, tetapi Anda bisa berargumen bahwa mereka bergerak melalui Ukraina dengan kecepatan tersendat seperti siput taman. Jangan sampai kita terjebak propaganda Rusia,” tegasnya.
Pergeseran Paradigma Pertahanan Eropa
Selain menyoroti kondisi medan tempur, Rutte juga mengungkapkan adanya perubahan pola pikir di negara-negara Eropa terkait belanja pertahanan. Menurutnya, aliansi kini semakin solid dengan tanggung jawab keamanan yang lebih besar diambil oleh negara-negara di benua tersebut.
Ia menyebutkan bahwa keluhan Amerika Serikat selama puluhan tahun mengenai rendahnya anggaran pertahanan Eropa kini mulai terjawab. Perubahan ini dianggap akan memperkuat ikatan transatlantik dan posisi NATO secara keseluruhan dalam menghadapi tantangan keamanan global.
Informasi mengenai perkembangan situasi keamanan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Sekretaris Jenderal NATO dalam rangkaian pertemuan menteri pertahanan di Brussels dan Munich pada Februari 2026.
