Finansial

Menaker Targetkan 60.000 Afiliator Baru Melalui Program Pelatihan Vokasi Digital Shopee Affiliate

Advertisement

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meresmikan program Training Of Trainers (ToT) Shopee Affiliate di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (11/2/2026). Langkah ini diambil sebagai respons strategis pemerintah terhadap transformasi digital yang menciptakan peluang kerja baru di sektor kreatif.

Menurut Yassierli, model pekerjaan berbasis digital seperti affiliate marketing merupakan alternatif penciptaan lapangan kerja yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman. Ia menilai profesi ini membutuhkan kombinasi kreativitas, konsistensi, serta disiplin tinggi agar dapat membuahkan hasil yang maksimal.

Target Pencetakan 60.000 Afiliator Baru

Dalam program ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah menyiapkan 100 instruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari unit pelaksana teknis (UPT) di seluruh Indonesia. Para instruktur tersebut mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari sebelum kembali ke daerah masing-masing untuk mengajarkan materi affiliate marketing di balai vokasi.

Yassierli menargetkan setiap instruktur mampu melatih sedikitnya 600 peserta dalam kurun waktu satu tahun. Dengan skema tersebut, program ini diproyeksikan dapat menjangkau hingga 60.000 calon afiliator baru di seluruh wilayah Indonesia.

“Kalau satu instruktur melatih 600 orang, maka totalnya bisa mencapai 60.000 orang. Nanti kami evaluasi dampaknya, termasuk dari sisi peningkatan penghasilan peserta sebagai afiliator,” jelas Yassierli.

Peluang Kerja di Sektor Ekonomi Digital

Meskipun saat ini affiliate marketing masih tergolong sebagai pekerjaan informal, pemerintah memandang sektor ini memiliki potensi besar dalam mendukung pengurangan angka pengangguran. Yassierli menegaskan bahwa keberhasilan di bidang ini memerlukan proses dan ketekunan.

Advertisement

“Afiliator ini kompetensi baru. Peluangnya besar, tetapi harus tekun, disiplin, kreatif, dan tidak mudah menyerah. Sudah banyak yang berhasil, artinya peluang itu terbuka bagi siapa saja yang mau berproses,” ujar Yassierli.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi faktor kunci dalam mempercepat pengembangan kompetensi tenaga kerja nasional di era ekonomi digital saat ini.

Komitmen Shopee dalam Pengembangan Talenta Digital

Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, menyatakan komitmen perusahaan dalam memperkuat talenta digital melalui kolaborasi ini. Shopee melalui Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee akan membagikan praktik terbaik dalam ekosistem affiliate kepada para instruktur balai vokasi.

“Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung pengembangan keterampilan digital di Indonesia. Kami berharap, para instruktur tidak hanya memahami praktik affiliate marketing secara komprehensif, tetapi juga mampu menjadi agen penyebaran pengetahuan di berbagai daerah,” kata Radynal.

Hingga akhir tahun 2026, Shopee menargetkan dapat melatih hingga 500 pengajar di berbagai kota di Indonesia. Target ini diharapkan dapat memperluas akses pelatihan vokasi digital sekaligus meningkatkan kapasitas instruktur agar masyarakat memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Informasi mengenai program pelatihan vokasi digital ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Ketenagakerjaan dan Shopee Indonesia pada kegiatan pembukaan ToT di Bekasi.

Advertisement