Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa percepatan penyelesaian berbagai perjanjian dagang internasional merupakan hasil nyata dari diplomasi aktif Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikan menanggapi rampungnya kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat pada Jumat, 20 Februari 2026.
Budi Santoso menilai kelincahan Presiden Prabowo di panggung internasional mempermudah proses negosiasi yang sebelumnya memakan waktu lama. Menurutnya, kepemimpinan presiden memberikan dorongan signifikan bagi tim perunding Indonesia untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi ekonomi nasional.
Capaian Strategis I-EU CEPA dan Perjanjian Global
Selain kerja sama dengan Amerika Serikat, Budi menyoroti penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA). Perjanjian ini secara resmi menghapus 98 persen tarif perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara anggota Uni Eropa.
Beberapa perjanjian dagang lain yang juga menunjukkan progres cepat meliputi:
- Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
- Perjanjian perdagangan bilateral Indonesia dengan Kanada.
- Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat.
Detail Kesepakatan ART Indonesia-Amerika Serikat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa perjanjian ART yang ditandatangani Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump memberikan keuntungan besar bagi eksportir nasional. Tarif impor rata-rata untuk barang Indonesia ke AS kini dipangkas menjadi 19 persen dari sebelumnya 32 persen.
Lebih lanjut, terdapat 1.819 produk unggulan Indonesia yang mendapatkan fasilitas tarif 0 persen atau bebas bea masuk ke pasar Amerika Serikat.
| Kategori Produk | Fasilitas Tarif | Dampak Sektoral |
|---|---|---|
| Kelapa Sawit, Kopi, Kakao, Rempah | 0% (Bebas Bea) | Peningkatan daya saing komoditas |
| Elektronik dan Semikonduktor | 0% (Bebas Bea) | Menarik investasi manufaktur |
| Alat Pesawat Terbang | 0% (Bebas Bea) | Penguatan industri dirgantara |
| Tekstil dan Apparel | 0% (Skema TRQ) | Manfaat bagi 4 juta tenaga kerja |
Target Investasi dan Peningkatan Ekspor
Pemerintah optimistis bahwa penurunan tarif ini akan menarik minat investor global, khususnya dari Amerika Serikat, untuk membangun basis produksi di Indonesia. Fokus utama diarahkan pada industri manufaktur yang berorientasi ekspor guna memperkuat struktur ekonomi nasional.
“Jika mereka berinvestasi dan memproduksi barang-barang manufaktur yang kompetitif di sini, maka ekspor kita akan meningkat dengan sangat cepat,” ujar Budi Santoso di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.
Informasi lengkap mengenai capaian diplomasi perdagangan ini merujuk pada pernyataan resmi Menteri Perdagangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dirilis pada Jumat, 20 Februari 2026.
