Lagu kebangsaan merupakan simbol identitas sebuah negara yang sering kali memiliki latar belakang sejarah yang kompleks dan penuh dinamika. Di Indonesia, lagu Indonesia Raya karya WR Soepratman tidak luput dari berbagai polemik terkait jumlah stanza hingga asal-usul melodinya.
Polemik dan Fakta di Balik Indonesia Raya
Terdapat perdebatan mengenai penulisan lagu Indonesia Raya, di mana sebagian pihak menyebut WR Soepratman menulis tiga stanza secara langsung, sementara pihak lain mengeklaim dua stanza tambahan ditulis oleh pihak lain pada 1944. Selain itu, muncul anggapan bahwa melodi lagu ini menjiplak lagu kebangsaan Prancis, La Marseillaise.
Namun, tuduhan plagiarisme tersebut telah dibantah melalui analisis musikologis komparatif. Bantahan ini bertujuan agar informasi yang tidak akurat tidak berkembang menjadi kebenaran di mata publik, mengingat pentingnya menjaga kemurnian sejarah lagu kebangsaan.
Kaitan Melodi Terang Bulan dan Lagu Negaraku
Sebelum kemerdekaannya, Malaysia belum memiliki lagu kebangsaan dan kemudian mengadopsi melodi dari lagu populer Terang Bulan. Melodi tersebut digunakan untuk lagu kebangsaan Malaysia yang berjudul Negaraku dengan lirik yang ditulis oleh Saiful Bahri, seorang tokoh asal Payakumbuh, Sumatra Barat.
Secara historis, melodi Terang Bulan sendiri berakar dari lagu Prancis berjudul La Rosalie yang digubah oleh Pierre Jean de Beranger pada abad ke-19. Hal ini menunjukkan bahwa satu melodi dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi artistik dan kenegaraan di negara yang berbeda.
Sejarah Lagu Kebangsaan Amerika Serikat dan Prancis
Lagu kebangsaan Amerika Serikat, The Star Spangled Banner, memiliki keunikan karena lirik dan melodinya diciptakan oleh orang yang berbeda pada waktu yang berjauhan. Liriknya ditulis oleh Francis Scott Key pada 1814, sementara melodinya diambil dari lagu Inggris tahun 1775 berjudul To Anacreon in Heaven yang populer di pub London.
Sementara itu, La Marseillaise dari Prancis diciptakan oleh Claude Joseph Rouget de Lisle pada 1792 sebagai lagu perang untuk memotivasi tentara. Meski sempat dilarang oleh Napoleon dan Louis XVIII, lagu ini resmi kembali menjadi lagu kebangsaan Prancis pada 1879 hingga saat ini.
Dinamika Politik dalam Lagu Kebangsaan Jerman
Lagu kebangsaan Jerman, Das Lied der Deutschen, memiliki sejarah yang rumit akibat perubahan rezim politik. Diciptakan pada 1841 oleh Hoffmann von Fallersleben, melodinya diambil dari karya Joseph Haydn tahun 1797 yang awalnya dipersembahkan untuk Kaisar Austria.
Setelah sempat digunakan dengan lirik yang disesuaikan pada era Nazi, lagu ini dilarang oleh Sekutu pasca-Perang Dunia II. Pada 1990, setelah penyatuan Jerman, stanza ketiga yang menekankan persatuan, keadilan, dan kebebasan resmi ditetapkan sebagai lirik lagu kebangsaan.
Informasi mengenai sejarah dan latar belakang lagu-lagu kebangsaan ini dihimpun dari berbagai catatan sejarah musik dan dokumen kenegaraan yang relevan.
