Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pemberian dukungan dana sebesar Rp 100 miliar kepada Universitas Indonesia (UI). Langkah strategis ini diambil guna mendukung target Presiden Prabowo Subianto agar UI berhasil menembus jajaran 100 besar universitas terbaik di dunia.
Alokasi Dana dan Target Peringkat Global
Purbaya menjelaskan bahwa bantuan dana tersebut direncanakan cair pada tahun ini. Keputusan tersebut selaras dengan arahan kepala negara untuk meningkatkan daya saing pendidikan tinggi Indonesia di kancah internasional melalui penguatan institusi pendidikan utama.
“Tahun ini kita berencana memberikan bantuan pada UI sekitar Rp 100 miliar,” ujar Purbaya dalam keterangannya melalui kanal YouTube resmi UI pada Jumat (20/2/2026).
Komitmen UI dalam Penguatan Riset dan Internasionalisasi
Rektor UI Heri Hermansyah menyambut positif dukungan pendanaan tersebut. Menurutnya, dana ini akan menjadi katalisator penting dalam mempercepat berbagai program strategis kampus, terutama dalam aspek kualitas pendidikan, kontribusi penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Heri menegaskan bahwa UI berkomitmen mengelola dana tersebut secara terarah dan transparan. Fokus utama penggunaan anggaran tersebut meliputi:
- Penguatan ekosistem riset universitas.
- Program internasionalisasi kampus secara menyeluruh.
- Pengembangan talenta unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
- Peningkatan produktivitas publikasi dan sitasi ilmiah.
“Dukungan pendanaan yang berkelanjutan akan menjadi katalis penting untuk mempercepat berbagai program strategis universitas,” ungkap Heri dalam keterangan tertulisnya.
Kriteria Universitas Berkelas Dunia
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto sebelumnya mengungkapkan bahwa UI saat ini telah berada di posisi 200 besar dunia versi QS World University Rankings 2026. Namun, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus agar pencapaian tersebut ditingkatkan lebih jauh.
Brian menekankan bahwa reputasi semata tidak cukup untuk mencapai peringkat 100 besar. Ia merujuk pada kajian internasional yang menunjukkan bahwa kualitas hasil penelitian memegang peranan paling krusial dalam penilaian global.
“Lebih dari 70 persen penilaian universitas berkelas dunia ditentukan oleh kualitas hasil penelitian dan kontribusi penelitian tersebut pada ilmu pengetahuan, yaitu di dalamnya adalah publikasi dan sitasi,” jelas Brian dalam orasi ilmiahnya.
Informasi mengenai dukungan pendanaan dan target capaian internasional ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Keuangan dan pimpinan Universitas Indonesia pada Februari 2026.
