Berita

Meutya Hafid Dorong Literasi Digital Berbasis Komunitas, Detikcom Gelar Apresiasi Konektivitas 2026

Advertisement

Jumlah pengguna internet di Indonesia pada semester I-2025 tercatat mencapai 229,43 juta jiwa berdasarkan laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Meski penetrasi terus meluas hingga ke pedesaan, tantangan literasi digital dan ancaman hoaks masih menjadi fokus utama pemerintah serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem digital nasional.

Penetrasi Internet dan Kesenjangan Wilayah

Berdasarkan data APJII, mayoritas masyarakat Indonesia memanfaatkan internet untuk mengakses media sosial, berkomunikasi, dan mencari informasi melalui perangkat mobile. Penetrasi internet di kawasan perkotaan kini mencapai 83,56 persen, sementara di wilayah pedesaan berada di angka 76,96 persen. Kesenjangan ini dilaporkan terus menyempit seiring perluasan jaringan 4G dan pembangunan infrastruktur fiber optik di berbagai daerah.

Faktor Penghambat Konektivitas Digital

Meskipun jangkauan semakin luas, APJII mencatat sejumlah faktor yang membuat sebagian masyarakat belum terkoneksi internet. Keterbatasan perangkat menjadi alasan terbesar dengan persentase 43,62 persen, disusul ketidaktahuan cara menggunakan internet sebesar 40,77 persen. Selain itu, terdapat 3,24 persen masyarakat yang menganggap internet belum memberikan manfaat signifikan bagi kehidupan mereka.

Sinergi Komdigi dan Peran Strategis Komunitas

Menanggapi tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggandeng 35 organisasi dan asosiasi masyarakat dalam gerakan nasional literasi digital. Langkah kolaboratif ini bertujuan menghadapi ancaman keamanan digital, termasuk penyebaran hoaks dan misinformasi yang marak menyasar masyarakat di tingkat akar rumput.

Advertisement

Edukasi digital tidak akan berhasil jika hanya dijalankan pemerintah. Yang paling dekat dengan masyarakat adalah komunitas. Ini bukan sekadar kepercayaan, ini penugasan, ujar Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam penandatanganan MOU di Jakarta.

Ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026

Sebagai bentuk dukungan terhadap penggerak literasi di daerah, detikcom menyelenggarakan Apresiasi Konektivitas Digital 2026. Ajang ini memberikan penghargaan bagi individu, komunitas, maupun lembaga yang berkontribusi nyata dalam memperluas akses teknologi, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Periode pengajuan nominasi masih berlangsung hingga 28 Februari 2026 melalui laman resmi yang telah disediakan.

Terdapat 13 kategori nominasi dalam ajang ini, antara lain:

  • Provinsi Pendorong Ekonomi Digital
  • Provinsi Pendukung Akselerasi Konektivitas Digital
  • Kabupaten Pelopor UMKM Digital
  • Desa Digital Unggulan
  • BUMDes Inovatif dalam Bisnis Digital
  • Puskesmas Inovatif dalam Digitalisasi Layanan Kesehatan
  • Sekolah Teladan Digital
  • Pos Pertahanan Pendukung Konektivitas Digital
  • Individu Pegiat Literasi Digital di Desa
  • Individu Pejuang Internet Masuk Desa
  • Individu Konten Kreator Lokal Kreatif
  • Komunitas Pendukung Ekonomi Kreatif Digital
  • Komunitas Pendorong Internet untuk Rakyat

Informasi lengkap mengenai program ini dan tata cara pendaftaran nominasi dapat diakses melalui pernyataan resmi detikcom pada kanal informasi daring perusahaan.

Advertisement