Serangan udara militer Israel di wilayah Gaza pada Minggu (15/2) mengakibatkan sedikitnya 10 warga Palestina meninggal dunia. Insiden mematikan ini terjadi hanya beberapa hari sebelum pelaksanaan pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari 2026 mendatang.
Detail Serangan dan Dampak Korban Jiwa
Berdasarkan laporan kantor berita Wafa, empat orang tewas dalam serangan yang menargetkan tenda pengungsian di sebelah barat Jabalia, Gaza utara. Sementara itu, korban lainnya dilaporkan berada di wilayah Khan Younis. Tim darurat setempat dikabarkan mengalami kesulitan besar untuk mengakses lokasi sasaran akibat intensitas bombardir yang terus meningkat.
Pihak militer Israel menyatakan bahwa operasi tersebut dilakukan sesuai dengan hukum internasional. Mereka mengklaim serangan itu merupakan respons atas pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok Hamas. Seorang pejabat Israel menuduh militan muncul dari terowongan di sebelah timur “Garis Kuning“, yakni batas militer yang ditetapkan secara sepihak oleh pasukan Israel di dalam wilayah Gaza.
Agenda Dewan Perdamaian dan Rencana Rekonstruksi
Pertemuan perdana Board of Peace pada 19 Februari mendatang rencananya akan dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Israel. Namun, perwakilan dari pihak Palestina dilaporkan tidak akan hadir dalam agenda tersebut. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut akan mengumumkan rencana besar terkait pemulihan wilayah terdampak konflik.
Donald Trump dilaporkan bakal merilis rencana rekonstruksi Gaza dengan nilai mencapai miliaran dollar AS. Selain bantuan dana, rincian mengenai pasukan stabilisasi yang diamanatkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga diperkirakan akan menjadi poin utama dalam pengumuman tersebut.
Ekspansi Garis Kuning dan Data Pelanggaran
Data dari otoritas setempat di Gaza menunjukkan bahwa sejak gencatan senjata ditandatangani pada Oktober 2025, pasukan Israel telah melakukan lebih dari 1.600 pelanggaran yang menewaskan 601 warga Palestina. Secara kumulatif, jumlah korban jiwa sejak tahun 2023 telah mencapai 72.061 orang dengan 171.715 lainnya luka-luka.
Kondisi di lapangan menunjukkan perluasan zona terlarang yang dikenal sebagai “Garis Kuning”. Berikut adalah beberapa fakta terkait perkembangan wilayah tersebut:
- Garis Kuning kini mencakup sekitar 58 persen wilayah Gaza.
- Batas wilayah ditandai dengan blok beton kuning yang ditempatkan di distrik sipil.
- Pergeseran batas memicu penggusuran berulang bagi keluarga Palestina.
- Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Med menyebut tindakan ini sebagai penjarahan sistematis sumber daya wilayah pendudukan.
Hingga saat ini, aktivitas militer dilaporkan masih terus berlangsung di beberapa titik. Buldoser Israel terpantau melakukan penghancuran rumah-rumah di Kota Gaza, sementara artileri berat menargetkan lingkungan al-Tuffah di bagian timur kota. Informasi lengkap mengenai perkembangan situasi ini merujuk pada laporan resmi otoritas kesehatan Gaza dan pernyataan yang dirilis melalui saluran berita Wafa.
