Berita

NASA Umumkan Suni Williams Pensiun, Astronot Legendaris dengan 608 Hari di Luar Angkasa

Advertisement

Setelah mengabdi hampir tiga dekade di dunia penerbangan luar angkasa, astronot perempuan legendaris Sunita “Suni” Williams resmi memasuki masa pensiun. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan kabar tersebut pada Selasa, 20 Januari 2026, meskipun Williams telah mengakhiri tugasnya sejak 27 Desember 2025.

Pengumuman Pensiun dan Apresiasi NASA

Administrator NASA, Jared Isaacman, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi Williams. “Suni Williams telah menjadi pelopor dalam penerbangan luar angkasa berawak, membentuk masa depan eksplorasi melalui kepemimpinannya di stasiun luar angkasa dan membuka jalan bagi misi komersial ke orbit Bumi rendah,” ujar Isaacman.

Isaacman menambahkan bahwa pencapaian Williams dalam pengembangan sains dan teknologi telah meletakkan fondasi penting bagi misi Artemis ke Bulan dan eksplorasi menuju Mars. “Pencapaian luar biasanya akan terus menginspirasi generasi untuk bermimpi besar dan mendorong batas-batas kemungkinan. Selamat atas pensiun Anda yang memang layak, dan terima kasih atas pengabdian Anda kepada NASA dan bangsa kami,” katanya.

Rekor dan Pencapaian Suni Williams

Selama 27 tahun berkarier, Suni Williams telah menghabiskan total 608 hari di luar angkasa, menempatkannya di peringkat kedua sebagai astronot NASA dengan waktu kumulatif terlama di orbit Bumi. Ia juga mencatatkan 286 hari dalam penerbangan luar angkasa tunggal terlama yang pernah dilakukan astronot AS, setara dengan rekan sesama astronot NASA, Butch Wilmore.

Pengalaman 286 hari di luar angkasa tersebut terjadi akibat insiden pada Juni 2024, ketika Williams dan Wilmore menjalani uji misi pesawat antariksa Starliner milik Boeing. Misi yang seharusnya hanya 10 hari tersebut molor hingga sembilan bulan karena gangguan mesin Starliner, memaksa keduanya menetap di ISS dan baru kembali ke Bumi pada Maret 2025 menggunakan kapsul Dragon SpaceX.

Selain durasi tinggal, Williams menorehkan sembilan kali aktivitas berjalan di luar angkasa (spacewalk) dengan total durasi 62 jam 6 menit. Catatan ini menjadikannya perempuan dengan waktu spacewalk terbanyak sepanjang sejarah dan peringkat keempat secara global. Ia juga dikenal sebagai orang pertama yang berhasil berlari maraton di luar angkasa.

Vanessa Wyche, Direktur Pusat Antariksa Johnson NASA di Houston, menegaskan kepemimpinan Williams. “Dari kontribusinya yang tak terlupakan di stasiun luar angkasa hingga peran inovatifnya dalam uji penerbangan Boeing Starliner, dedikasi dan kepemimpinannya akan terus menginspirasi para penjelajah masa depan,” ujar Wyche.

Advertisement

Jejak Misi Luar Angkasa yang Mengesankan

Misi pertama Williams ke luar angkasa terjadi pada Desember 2006 dengan pesawat ulang-alik Discovery (misi STS-116), bertugas sebagai teknisi penerbangan Ekspedisi 14/15 dan menyelesaikan empat spacewalk. Pada 2012, ia kembali meluncur ke ISS dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, sebagai bagian dari Ekspedisi 32/33 selama 127 hari, bahkan menjabat sebagai komandan stasiun luar angkasa untuk Ekspedisi 33.

Dalam misi 2012, Williams melakukan tiga aktivitas luar angkasa untuk memperbaiki kebocoran radiator ISS dan mengganti komponen penyalur daya. Misi terbarunya pada Juni 2024, bersama Butch Wilmore, menggunakan pesawat ruang angkasa Starliner, bergabung dengan Ekspedisi 71/72, dan kembali memimpin ISS pada Ekspedisi 72. Ia menyelesaikan dua spacewalk tambahan sebelum kembali ke Bumi pada Maret 2025.

Karier dan Kehidupan Pribadi di Luar Angkasa

Di luar misi luar angkasa, Williams memegang posisi strategis di NASA, termasuk anggota kru misi NEEMO pada 2002, wakil kepala Kantor Astronot NASA, dan Direktur Operasi di Star City, Rusia. Ia juga membantu pengembangan platform pelatihan helikopter untuk persiapan pendaratan di Bulan.

Lahir di Needham, Massachusetts, Williams meraih gelar sarjana fisika dari Akademi Angkatan Laut Amerika Serikat dan magister manajemen teknik dari Florida Institute of Technology. Sebagai pensiunan kapten Angkatan Laut AS, ia adalah pilot helikopter dan pesawat sayap tetap berpengalaman dengan lebih dari 4.000 jam terbang di 40 jenis pesawat berbeda.

“Siapa pun yang mengenal saya tahu bahwa luar angkasa adalah tempat favorit saya,” kata Williams. “Merupakan suatu kehormatan luar biasa bisa terbang ke luar angkasa tiga kali dan mengabdi selama 27 tahun di NASA. Semua ini tidak lepas dari dukungan luar biasa rekan-rekan saya. Stasiun Luar Angkasa Internasional dan seluruh pencapaiannya telah membuka jalan bagi eksplorasi ke Bulan dan Mars. Saya sangat antusias melihat NASA terus membuat sejarah di masa depan.”

Informasi lengkap mengenai pensiun dan rekam jejak Suni Williams disampaikan melalui pernyataan resmi NASA yang dirilis pada 20 Januari 2026.

Advertisement