Managing Director Epson Indonesia, Ng Ngee Khiang, menyatakan optimisme terhadap pasar perangkat cetak di tengah meningkatnya tren digitalisasi dan budaya paperless. Dalam acara Media Gathering Epson Indonesia di Bangkok, Thailand, Kamis (12/2/2026), ia menegaskan bahwa kebutuhan dokumen fisik masih sangat krusial bagi sektor pendidikan dan bisnis.
Pergeseran Segmen Pengguna Printer
Digitalisasi memang mengubah perilaku pengguna, namun tidak menghapus kebutuhan akan printer secara total. Ng Ngee Khiang menjelaskan bahwa permintaan kini bergeser dari kebutuhan rumah tangga ke sektor yang membutuhkan volume cetak tinggi dan konsisten.
“Walaupun tren digitalisasi berkembang, kebutuhan printer masih ada karena untuk keperluan aktivitas sekolah, UMKM, dan perkantoran,” jelas Khiang. Menurutnya, segmen ini memberikan kontribusi signifikan bagi bisnis Epson karena dokumen fisik tetap diperlukan dalam operasional harian.
Strategi Menghadapi Persaingan Harga
Di tengah gempuran produk printer berharga murah, Epson memilih untuk tidak terjebak dalam perang harga. Perusahaan lebih mengedepankan kualitas produk dan nilai penggunaan jangka panjang bagi konsumen dibandingkan sekadar harga awal perangkat.
Khiang mengakui bahwa harga perangkat Epson cenderung lebih tinggi dibandingkan kompetitor. Namun, fokus utama perusahaan adalah pada daya tahan mesin dan efisiensi total biaya penggunaan, termasuk konsumsi tinta yang lebih hemat untuk jangka panjang.
Relevansi Proyektor di Ruang Pertemuan
Selain printer, Epson juga menyoroti dinamika pasar proyektor yang kini bersaing dengan teknologi layar interaktif. Meski demikian, proyektor dinilai masih memiliki keunggulan kompetitif di ruang kelas maupun ruang rapat karena faktor efisiensi.
“Untuk kebutuhan ruang kelas atau meeting room, proyektor masih punya keunggulan dari sisi ukuran tampilan dan efisiensi biaya,” ungkap Khiang. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat visual tetap relevan selama mampu menjawab kebutuhan spesifik pengguna di Indonesia.
Informasi mengenai perkembangan pasar dan strategi bisnis ini disampaikan dalam sesi resmi Media Gathering Epson Indonesia yang berlangsung di Bangkok.
