Tim snowboard putra Jepang mencatatkan prestasi gemilang dalam final nomor Big Air pada Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 yang berlangsung di Livigno, Pegunungan Alpen, Italia. Dua atlet andalan mereka, Kira Kimura dan Ryoma Kimata, sukses mengamankan posisi pertama dan kedua sekaligus menggeser dominasi juara bertahan asal China pada Sabtu malam waktu setempat.
Dominasi Jepang di Pegunungan Alpen
Kira Kimura yang baru berusia 21 tahun berhasil meraih medali emas Olimpiade pertamanya setelah mengumpulkan total skor 179,50 poin. Meski sempat tergelincir pada percobaan kedua, Kimura bangkit di lompatan terakhir dengan mengeksekusi trik sulit switch backside 1900 yang memukau para juri. Kemenangan ini disambut emosional oleh Kimura dan pelatihnya, Daisuke Nishimura, di area podium.
“Saya mencurahkan begitu banyak waktu untuk snowboarding tahun ini. Keluarga, pelatih, dan semua orang di sekitar saya memberi dukungan luar biasa. Saya sangat bahagia bisa meraih hasil ini dan membuktikan bahwa keraguan terhadap saya tidak benar,” ujar Kimura sebagaimana dikutip dari Reuters.
Rekan senegaranya, Ryoma Kimata, menyusul di posisi kedua dengan raihan 171,50 poin untuk membawa pulang medali perak. Atlet berusia 23 tahun tersebut menyatakan kepuasannya karena telah mengerahkan seluruh kemampuan teknisnya secara maksimal dalam babak final yang kompetitif tersebut.
Su Yiming Gagal Pertahankan Gelar
Juara bertahan asal China, Su Yiming, harus puas menempati posisi ketiga dengan medali perunggu setelah mengumpulkan total nilai 168,50 poin. Su mengambil risiko besar pada lompatan pertama, namun kesalahan pada pendaratan di percobaan kedua mengganggu peluangnya untuk mengejar poin duo Jepang tersebut.
Walaupun gagal mempertahankan medali emas, Su tetap mengapresiasi pencapaiannya di Milano-Cortina. Ia kini tercatat telah mengoleksi berbagai warna medali Olimpiade setelah sebelumnya meraih perak di nomor slopestyle pada Olimpiade Beijing. Ketiga peraih medali ini dijadwalkan akan kembali bersaing dalam nomor slopestyle snowboarding yang akan dimulai pada 16 Februari mendatang.
Mengenal Snowboarding di Olimpiade 2026
Snowboarding merupakan salah satu dari 16 cabang olahraga inti yang dipertandingkan dalam Olimpiade Musim Dingin ke-25 ini. Berbeda dengan ski konvensional, snowboarding mengharuskan atlet meluncur di atas satu papan dengan posisi kaki tegak lurus terhadap arah papan tanpa menggunakan tongkat. Olahraga yang lahir dari perpaduan ski, selancar, dan skateboard ini resmi masuk dalam program Olimpiade sejak tahun 1998.
Pada edisi 2026, snowboarding menampilkan berbagai nomor atraktif seperti halfpipe, big air, hingga slopestyle. Dalam nomor Big Air, penilaian didasarkan pada gabungan dua lompatan terbaik yang menonjolkan trik udara, putaran, dan tingkat kesulitan teknis di ketinggian. Informasi lengkap mengenai hasil pertandingan ini dirilis melalui laman resmi Olympics dan laporan berkala panitia penyelenggara Milano-Cortina 2026.
