OpenAI dikabarkan tengah menyiapkan perangkat keras pertamanya berupa earbud berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dijadwalkan meluncur pada akhir tahun 2026. Langkah ini menandai pergeseran strategi perusahaan yang sebelumnya sempat dirumorkan akan merilis perangkat berbentuk liontin atau pena pintar sebagai alternatif ponsel pintar.
Perubahan Rencana dari Liontin ke Earbud
CEO OpenAI, Sam Altman, sebelumnya sempat menggambarkan visi perangkat AI yang mampu memberikan rasa tenang dan nyaman dibandingkan penggunaan smartphone. Namun, laporan terbaru dari pembocor teknologi Smart Pikachu melalui platform Weibo menyebutkan bahwa rencana tersebut telah berubah. Perangkat perdana OpenAI kini diprediksi hadir dalam bentuk earbud yang memiliki kemiripan desain dengan Apple AirPods.
Identitas Perangkat dan Nama ‘Dime’
Informasi mengenai identitas perangkat ini diperkuat dengan temuan dokumen pengajuan di Badan Kekayaan Intelektual Nasional China (CNIPA). Dalam dokumen tersebut, muncul nama “Dime” yang diduga kuat akan menjadi merek dagang untuk produk audio pintar milik OpenAI. Fokus perusahaan saat ini adalah merilis perangkat dengan kemampuan fungsional yang lebih sederhana terlebih dahulu sebelum melangkah ke teknologi yang lebih kompleks.
Kendala Biaya Produksi dan Kelangkaan Komponen
Keputusan OpenAI untuk mengesampingkan perangkat dengan kemampuan komputasi tinggi dipicu oleh faktor ekonomi dan teknis. Berikut adalah beberapa faktor utama yang memengaruhi keputusan tersebut:
- Tingginya biaya produksi perangkat keras secara keseluruhan.
- Kelangkaan pasokan high-bandwidth memory (HBM) di pasar global.
- Peningkatan signifikan pada biaya material atau Bill of Material (BOM).
Target Peluncuran dan Pengembangan Lanjutan
OpenAI diprediksi akan merilis versi earbud dengan kemampuan dasar pada akhir tahun 2026 sebagai tahap awal penetrasi pasar perangkat keras. Sementara itu, versi perangkat yang lebih canggih dengan kemampuan komputasi tinggi baru akan dikembangkan setelah kondisi biaya komponen dan pasokan memori berkecepatan tinggi kembali stabil. Strategi ini diambil untuk memastikan keberlanjutan produksi di tengah tantangan rantai pasok global.
Informasi mengenai rencana pengembangan perangkat keras ini dihimpun berdasarkan bocoran data industri dan dokumen pengajuan kekayaan intelektual OpenAI yang beredar hingga Februari 2026.
