Edukasi

Panduan PMM: 10 Referensi Jawaban Guru Terkait Upaya Mempelajari Target Perilaku di Ruang Kelas

Advertisement

Pengisian dokumen refleksi di Platform Merdeka Mengajar (PMM) kini menjadi instrumen penting bagi guru untuk menunjukkan kesadaran profesional, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif. Salah satu poin krusial yang sering muncul dalam tahap observasi dan tindak lanjut praktik kinerja adalah pertanyaan mengenai upaya yang dilakukan guru untuk mempelajari target perilaku.

Urgensi Target Perilaku dalam Praktik Kinerja

Target perilaku merupakan indikator yang mencerminkan kebiasaan, sikap, dan konsistensi guru dalam menjalankan pembelajaran yang berpihak pada siswa. Penilaian dalam PMM maupun Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK) tidak hanya menitikberatkan pada panjangnya jawaban, melainkan pada kejelasan langkah dan komitmen guru dalam memperbaiki praktik mengajar secara berkelanjutan.

10 Referensi Jawaban Upaya Mempelajari Target Perilaku

Berikut adalah sepuluh referensi jawaban yang dapat digunakan guru saat mengisi dokumen refleksi di PMM, disesuaikan dengan konteks masing-masing kelas:

Advertisement

  1. Memahami Indikator Perilaku: Mencermati kembali indikator yang dipilih saat observasi dan menerapkannya secara sadar dalam situasi pembelajaran yang menantang.
  2. Evaluasi Kebiasaan Mengajar: Mengidentifikasi bagian mengajar yang sudah sesuai dan menetapkan satu perilaku prioritas untuk dilatih secara konsisten.
  3. Praktik Bertahap: Fokus pada satu perubahan kecil setiap minggu dan mencatat perkembangannya terhadap respons siswa di kelas.
  4. Diskusi Rekan Sejawat: Bertukar pikiran mengenai praktik baik dan mengamati cara guru lain menerapkan perilaku profesional dalam pembelajaran.
  5. Refleksi Rutin: Menelaah hasil observasi, mengaitkannya dengan situasi nyata, dan melakukan penyesuaian berdasarkan respon siswa secara berkala.
  6. Pembiasaan Fokus: Menjadikan target perilaku sebagai fokus utama dalam setiap sesi mengajar dan mencari solusi atas kendala melalui diskusi dengan kepala sekolah.
  7. Analisis Tujuan Jangka Panjang: Memahami urgensi target perilaku bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan memonitor diri pada momen krusial seperti saat memberi instruksi.
  8. Dokumentasi Pembelajaran: Merekam atau mencatat jalannya pembelajaran secara detail untuk mendapatkan bukti nyata mengenai kemunculan perilaku yang ditargetkan.
  9. Observasi Respons Siswa: Menggunakan reaksi siswa, seperti keaktifan dan keterbukaan komunikasi, sebagai indikator efektivitas perilaku yang dipelajari.
  10. Rencana Pengembangan Diri: Menetapkan target waktu tertentu untuk mengevaluasi dampak perilaku terhadap kualitas interaksi dan keterlibatan siswa secara berkelanjutan.

Metode Implementasi dan Pendampingan

Dalam pelaksanaannya, guru disarankan untuk tidak hanya bekerja secara mandiri. Kolaborasi dengan kepala sekolah dan rekan sejawat menjadi kunci untuk memastikan bahwa penerapan perilaku tersebut sudah terlihat dalam praktik nyata. Disclaimer: Referensi ini sebaiknya disesuaikan kembali dengan pengalaman empiris dan konteks unik di setiap satuan pendidikan.

Advertisement