Sepak Bola

Pep Guardiola Bela Kaum Imigran Usai Pernyataan Kontroversial Pemilik MU Sir Jim Ratcliffe

Advertisement

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memberikan pembelaan terhadap kaum imigran menyusul komentar kontroversial yang dilontarkan pemilik Manchester United, Sir Jim Ratcliffe. Pernyataan ini disampaikan Guardiola menjelang pertandingan melawan Salford City di ajang Piala FA akhir pekan ini.

Guardiola menekankan bahwa memperlakukan pendatang sebagai akar permasalahan negara merupakan isu besar yang terjadi di seluruh dunia. Meski mengaku menghormati Ratcliffe dan mengetahui bahwa pengusaha tersebut telah meminta maaf, pelatih asal Catalan ini tetap memberikan pandangan kritisnya mengenai cara pandang terhadap imigran.

Perspektif Kemanusiaan dan Pengalaman Pribadi

Guardiola merefleksikan perjalanannya sendiri sebagai warga Catalan yang telah bekerja di berbagai negara, mulai dari Meksiko, Qatar, Italia, Jerman, hingga Inggris. Menurutnya, tempat kelahiran hanyalah faktor kebetulan yang tidak menentukan kualitas seseorang dibandingkan orang lain.

“Faktanya, saya adalah orang Catalan dan Anda adalah orang Inggris – apa pengaruh yang kita miliki terhadap tempat kelahiran kita? Cuma ibu dan ayah kita,” ujar Guardiola sebagaimana dikutip dari Athletic.

Ia menambahkan bahwa setiap individu memiliki hak untuk mencari penghidupan dan masa depan yang lebih baik bagi keluarga mereka. Guardiola menegaskan bahwa di era modern, warna kulit atau tempat lahir seharusnya tidak lagi menjadi batasan bagi seseorang untuk berkontribusi di tempat baru.

Dampak Pernyataan Sir Jim Ratcliffe

Sebelumnya, Sir Jim Ratcliffe memicu gelombang kritik setelah menyebut Inggris tengah “dijajah” oleh imigran dalam wawancara bersama Sky News. Ratcliffe mengaitkan tingginya tingkat imigrasi dengan beban ekonomi dan jumlah penerima tunjangan di negara tersebut.

Advertisement

  • Ratcliffe mengklaim Inggris memiliki sembilan juta orang penerima tunjangan.
  • Ia menilai biaya sosial akibat imigrasi terlalu tinggi bagi ekonomi Inggris.
  • Pernyataan tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk Perdana Menteri Keir Starmer.

Reaksi keras juga datang dari basis pendukung Manchester United sendiri, yang memaksa pihak klub merilis pernyataan resmi untuk membela kaum imigran. Atas tekanan publik tersebut, Sir Jim Ratcliffe akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Pentingnya Penerimaan Budaya

Guardiola menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa masyarakat akan menjadi lebih baik jika mampu menerima budaya lain secara tulus. Ia menilai bahwa keberagaman yang dibawa oleh orang-orang yang mencari perlindungan atau pekerjaan justru memberikan keuntungan bagi kepribadian dan lingkungan sosial.

Informasi lengkap mengenai tanggapan Pep Guardiola terhadap isu ini disampaikan melalui sesi konferensi pers resmi klub yang dirilis pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Advertisement