Sejumlah ibu rumah tangga di Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatra Utara, mulai beralih menggunakan jaringan gas pipa milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Penggunaan gas alam ini dinilai memberikan rasa aman dan kepraktisan lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung konvensional.
Keamanan dan Kepraktisan Gas Pipa
Barorah Syahbilal Siregar, salah satu warga Medan Sunggal, mengungkapkan bahwa dirinya merasa lebih tenang sejak menggunakan layanan PGN. Menurutnya, kekhawatiran terhadap risiko penggunaan gas tabung menjadi alasan utama beralih ke jaringan pipa.
“Lebih aman, lebih enaklah, lebih enggak takut. Karena memang Ibu takut pakai gas yang tabung itu,” ujar Barorah saat menerima kunjungan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), Wahyudi Anas, Jumat (13/2/2026).
Selain faktor keamanan, aspek kepraktisan juga menjadi nilai tambah. Warga tidak perlu lagi melakukan bongkar pasang tabung atau khawatir kehabisan gas di tengah aktivitas memasak. Saat bepergian, warga cukup menutup tuas pada meteran pipa gas untuk memastikan keamanan rumah.
Efisiensi Biaya Hingga 35 Persen
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menjelaskan bahwa penggunaan jaringan gas (jargas) memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi rumah tangga. Berdasarkan data lapangan, efisiensi biaya yang didapat masyarakat mencapai angka yang cukup besar.
“Masyarakat yang menggunakan gas bumi jargas ternyata harga pembeliannya dibanding dengan LPG non-subsidi lebih efisien hampir 30 sampai 35 persen,” kata Wahyudi.
Saat ini, Regional 1 PGN Sumatra Utara tercatat telah melayani 133.706 rumah tangga. Wahyudi menegaskan bahwa pemanfaatan gas bumi nasional harus terus ditingkatkan guna menekan ketergantungan pada impor LPG yang masih mendominasi kebutuhan energi dalam negeri.
Tantangan Edukasi Masyarakat
Meski menawarkan berbagai keunggulan, penetrasi gas pipa masih menghadapi tantangan berupa pemahaman masyarakat. HM Herdi Fahrizal Lubis, tetangga Barorah, menyebutkan bahwa masih ada warga yang merasa ragu karena faktor ketidaktahuan.
Ia menyarankan agar PGN lebih gencar melakukan pemasaran dan edukasi kepada publik. “Ada yang saya ajak dia takut, Pak. Takut bahaya. Padahal di sini rumah-rumahnya menengah ke atas, tapi masih ada yang seperti itu,” tutur Herdi.
Informasi mengenai manfaat dan jangkauan jaringan gas bumi ini merujuk pada pernyataan resmi BPH Migas dan tinjauan lapangan yang dilakukan di wilayah Medan pada Februari 2026.
