Islami

Polisi Kuala Lumpur Selidiki Kelalaian Pengemudi Terkait Insiden Balita Buka Pintu di Jalan Raya

Advertisement

Kepolisian Kuala Lumpur tengah menyelidiki insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan di Jalan Tun Razak, Malaysia. Peristiwa ini dipicu oleh seorang balita berusia dua tahun yang tidak sengaja membuka pintu mobil saat kendaraan sedang melaju di jalur padat menuju Menara Kembar Petronas (KLCC).

Kronologi Kejadian di Jalur Padat

Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.15 waktu setempat di jalur dari Bundaran Kampung Pandan. Berdasarkan penyelidikan awal, balita perempuan tersebut diketahui duduk di pangkuan salah satu kerabatnya di kursi penumpang bagian belakang, bukan di kursi khusus anak.

Kepala Departemen Investigasi dan Penegakan Lalu Lintas Kuala Lumpur, ACP Mohd Zamzuri Mohd Isa, menjelaskan bahwa anak tersebut tiba-tiba menarik tuas pintu belakang sebelah kiri. Hal ini diduga terjadi karena fitur kunci pengaman anak (child safety lock) pada mobil tersebut tidak diaktifkan oleh pengemudi.

Dampak Kecelakaan dan Korban Luka

Pintu yang terbuka secara mendadak menyebabkan seorang pengendara motor Suzuki berusia 25 tahun tidak dapat menghindar. Setelah menabrak pintu, pengendara tersebut kehilangan kendali dan memicu tabrakan beruntun yang melibatkan kendaraan lainnya di lokasi kejadian.

Advertisement

Berikut adalah rincian dampak dari kecelakaan beruntun tersebut:

  • Pengendara motor Suzuki (25 tahun) mengalami patah tulang lengan kiri dan dirawat di Rumah Sakit Kuala Lumpur.
  • Pengendara motor CFMOTO (30 tahun) mengalami cedera ringan.
  • Pengemudi Toyota Corolla Cross, Honda City, Volkswagen Polo, dan Perodua Bezza dilaporkan selamat tanpa cedera.

Penyelidikan Berdasarkan Unsur Kelalaian

Pihak berwenang menegaskan bahwa kasus ini masuk dalam ranah kelalaian pengemudi karena mengabaikan fitur keamanan dasar kendaraan. Penyelidikan dilakukan berdasarkan Pasal 43 (1) UU Transportasi Jalan 1987 tentang mengemudi secara lalai dan tidak memperhatikan keselamatan.

Kepolisian mengimbau masyarakat atau saksi mata yang memiliki informasi tambahan terkait insiden ini untuk segera melapor guna membantu proses hukum. Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Departemen Investigasi dan Penegakan Lalu Lintas Kuala Lumpur yang dirilis pada Februari 2026.

Advertisement