Islami

Polisi Perancis Tembak Mati Pria Bersenjata di Arc de Triomphe Usai Serang Petugas Upacara

Advertisement

Aparat kepolisian Perancis menembak mati seorang pria bersenjata tajam di bawah monumen Arc de Triomphe, Paris, pada Jumat (13/2/2026). Insiden ini terjadi saat pelaku diduga mengancam dan menyerang petugas yang sedang menjalankan tugas seremonial di landmark populer tersebut.

Berdasarkan keterangan sumber kepolisian, pelaku ditembak beberapa kali saat mengancam petugas dalam upacara penyalaan kembali api di makam prajurit tak dikenal (Tomb of the Unknown Soldier). Pihak gendarmerie mengonfirmasi bahwa salah satu petugas dalam barisan kehormatan mengalami luka ringan akibat sabetan pisau sebelum petugas lain bereaksi dengan melepaskan tembakan.

Identitas dan Rekam Jejak Pelaku

Kantor jaksa anti-terorisme nasional Perancis mengidentifikasi tersangka sebagai Brahim Bahrir, warga negara Perancis kelahiran tahun 1978. Selain pisau, pelaku diketahui juga membawa senjata tajam berupa gunting saat melancarkan aksinya di ujung jalan raya Champs-Elysees yang sibuk.

Pihak berwenang mengungkapkan bahwa Bahrir merupakan sosok yang telah teradikalisasi dan masuk dalam daftar pantauan keamanan. Sebelum kejadian, ia dilaporkan sempat menelepon kantor polisi di pinggiran kota Paris untuk menyatakan niatnya melakukan pembantaian, yang kemudian memicu operasi pencarian oleh petugas.

Advertisement

Riwayat Kriminalitas dan Terorisme

Pihak kejaksaan membeberkan bahwa Bahrir memiliki rekam jejak kriminal yang panjang di luar negeri. Ia pernah dijatuhi hukuman 17 tahun penjara di Belgia atas tuduhan percobaan pembunuhan dan terorisme terkait serangan terhadap tiga petugas polisi pada tahun 2012. Tersangka diketahui baru saja bebas dari penjara pada Desember 2025.

Respons Presiden Emmanuel Macron

Presiden Perancis Emmanuel Macron memberikan apresiasi tinggi kepada para petugas gendarmerie yang bertindak cepat di lokasi kejadian. Macron menyatakan bahwa para petugas telah melakukan intervensi dengan tegas untuk menghentikan serangan teroris tersebut dan melindungi publik di kawasan wisata tersebut.

Pasca-insiden, kepolisian segera memasang garis pengamanan ketat di sekitar monumen untuk keperluan olah tempat kejadian perkara. Informasi lengkap mengenai perkembangan investigasi ini disampaikan melalui pernyataan resmi kantor jaksa anti-terorisme nasional Perancis.

Advertisement