Pemerintah Rusia secara resmi membatasi akses WhatsApp dan berupaya memblokir total aplikasi pesan milik Meta tersebut per Februari 2026. Langkah ini diambil seiring dengan instruksi pemerintah bagi warga untuk beralih ke aplikasi domestik bernama Max, sebuah super-app yang dirancang menyerupai WeChat di China.
Kewajiban Penggunaan Aplikasi Max
Aplikasi Max kini menjadi perangkat lunak wajib yang harus terpasang di seluruh perangkat baru yang dijual di Rusia sejak tahun 2025. Selain masyarakat umum, penggunaan aplikasi ini bersifat wajib bagi pegawai pemerintah, guru, hingga siswa di seluruh negeri.
CEO Telegram, Pavel Durov, menilai pembatasan layanan pesan global di Rusia merupakan strategi pemerintah untuk memaksa warga menggunakan aplikasi domestik. Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk mempermudah pengawasan dan sensor politik, serupa dengan strategi yang pernah diterapkan di Iran.
Respons WhatsApp dan Dampak Pengguna
Pihak WhatsApp mengonfirmasi upaya pemblokiran penuh ini melalui pernyataan resmi di platform X pada Kamis (12/2/2026). Perusahaan menyebut kebijakan tersebut berdampak pada lebih dari 100 juta pengguna di Rusia dan menilai langkah ini sebagai upaya mengisolasi warga dari komunikasi yang aman.
Tudingan Aplikasi Pengawasan
Dalam unggahannya, WhatsApp menyebut Max sebagai aplikasi pengawasan buatan negara. WhatsApp menegaskan akan terus berupaya menjaga pengguna tetap terhubung meskipun menghadapi hambatan regulasi yang dianggap sebagai langkah mundur bagi keamanan komunikasi pribadi.
Alasan Keamanan dan Regulasi Lokal
Badan pengawas komunikasi Rusia, Roskomnadzor, telah menghapus WhatsApp dari direktori online mereka. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa akses WhatsApp dapat kembali normal jika Meta bersedia mematuhi hukum dan regulasi yang berlaku di Rusia.
Pemerintah Rusia berdalih bahwa WhatsApp tidak patuh pada regulasi lokal dan menuduh platform tersebut digunakan untuk mengorganisasi aksi teror serta penipuan. Selain itu, Rusia menuntut agar WhatsApp dan Telegram menyimpan data pengguna warga Rusia di server dalam negeri untuk alasan keamanan nasional.
Rekam Jejak Pembatasan Layanan Global
Konflik antara Rusia dan perusahaan teknologi global terus memanas sejak tahun 2022. Sebelum WhatsApp, pemerintah Rusia juga telah membatasi layanan Telegram, Google, dan Zoom dengan alasan perlindungan masyarakat dari kejahatan kriminal dan terorisme.
Pembatasan WhatsApp yang dimulai sejak akhir 2025 ini sempat memicu keluhan ribuan pengguna, terutama saat periode Natal dan Tahun Baru. Namun, Roskomnadzor menegaskan pembatasan hanya akan dilonggarkan jika perusahaan teknologi asing bersedia mengikuti aturan penyimpanan data di dalam negeri.
Informasi mengenai kebijakan pembatasan akses ini merujuk pada pernyataan resmi pemerintah Rusia dan konfirmasi dari pihak WhatsApp yang dirilis pada Februari 2026.
