Pemerintah Malaysia melalui Wakil Menteri Dalam Negeri, Shamsul Anuar Nasarah, mengonfirmasi keberhasilan pemulangan Norida Akmal Ayob (45) dari Lombok, Indonesia. Norida kembali ke tanah airnya setelah menetap selama 18 tahun di Indonesia dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan pasca-perpisahan dengan suaminya.
Latar Belakang dan Kondisi Ekonomi di Lombok
Norida awalnya pindah ke Lombok untuk mengikuti suaminya yang merupakan warga negara Indonesia (WNI). Namun, hubungan pernikahan tersebut tidak bertahan lama setelah sang suami memutuskan untuk menikah lagi. Kondisi ini memaksa Norida bertahan hidup dalam kemiskinan demi menghidupi anak-anaknya.
Shamsul Anuar menjelaskan bahwa Norida harus bekerja serabutan untuk menyambung hidup di perantauan. “Dia mencari nafkah sebagai petugas kebersihan untuk terus hidup bersama anak-anaknya setelah berpisah dari suaminya yang menikah lagi,” ungkap Shamsul melalui pernyataan resminya.
Status Kewarganegaraan dan Kendala Pendidikan Anak
Selama tinggal di Lombok, Norida memiliki dua orang anak dengan status kewarganegaraan yang berbeda. Berikut adalah rincian identitas keluarga tersebut:
- Nur Fateen Akmadiana: Lahir di Malaysia dan memiliki kewarganegaraan Malaysia.
- Muhamad Sabani Daniel: Lahir di Indonesia dan memiliki kewarganegaraan Indonesia.
Keluarga Norida di Kampung Bukit Sapi, Lenggong, melaporkan bahwa kondisi pendidikan anak-anak tersebut terabaikan akibat faktor ekonomi. “Saya diberitahu bahwa Norida hidup serba kekurangan, anak-anaknya tidak dapat melanjutkan sekolah dan telah ditelantarkan,” tambah Shamsul.
Proses Repatriasi dan Kerja Sama Lintas Negara
Keberhasilan pemulangan ini merupakan hasil kolaborasi antara Wisma Putra, Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia, Departemen Imigrasi Malaysia, serta otoritas imigrasi Indonesia. Shamsul mengutus tim khusus yang dipimpin oleh Dazma Shah Daud untuk menjemput Norida langsung di Lombok.
Proses evakuasi ini dilakukan setelah pihak keluarga di Malaysia menyampaikan permohonan bantuan kepada pemerintah. Saat ini, Norida dan anak-anaknya dilaporkan telah tiba di Malaysia dengan selamat untuk berkumpul kembali dengan keluarga besarnya di Lenggong.
Informasi mengenai pemulangan warga negara Malaysia ini disampaikan melalui pernyataan resmi Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Shamsul Anuar Nasarah, yang dirilis pada 15 Februari 2026.
