Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyalurkan 30 ribu paket bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di delapan kabupaten di Provinsi Aceh pada Selasa (10/2). Penyaluran ini dipimpin langsung oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama jajaran Wakil Ketua MPR RI dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menjelaskan bahwa bantuan tersebut terdiri atas 15 ribu paket sembako dan 15 ribu paket alat ibadah. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh dan diterima langsung oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.
Detail Penyaluran dan Koordinasi Teknis
Siti Fauziah, yang akrab disapa Titi, menyebutkan bahwa koordinasi solid di jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI menjadi kunci kelancaran agenda ini. Tim advance dikirim lebih awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan di delapan kabupaten berjalan sesuai rencana.
Wilayah yang menerima bantuan meliputi Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Pidie Jaya, Gayo Lues, Bener Meriah, dan satu wilayah lainnya. “Begitu keputusan pimpinan diambil, kami langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Aceh untuk memastikan distribusi tepat sasaran,” ujar Titi dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).
Dukungan Logistik dan Efektivitas Waktu
Seluruh aspek teknis dipersiapkan secara matang, termasuk dukungan transportasi menggunakan pesawat TNI AU untuk efektivitas waktu. Agenda yang semula dijadwalkan pada 9 Februari disesuaikan menjadi 10 Februari agar seluruh rangkaian kegiatan dapat tuntas dalam satu hari.
Titi memastikan bantuan telah sampai ke masing-masing kabupaten sebelum prosesi simbolis dilakukan. Untuk menjaga transparansi, seluruh rangkaian acara juga disiarkan secara daring agar dapat dipantau oleh para pihak terkait dan masyarakat luas secara langsung.
Silaturahmi dengan Tokoh Agama
Selain menyerahkan bantuan, rombongan Pimpinan MPR RI juga mengunjungi Pondok Pesantren Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah. Kunjungan ini bertujuan untuk bersilaturahmi dengan para ulama kharismatik Aceh, termasuk Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk. H. Faisal Ali.
Titi menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam membantu pemulihan psikologis masyarakat pascabencana. “Aceh memiliki kekuatan religius yang sangat kuat, dan para ulama turut berperan besar dalam menyemangati masyarakat saat bencana terjadi,” tambahnya.
Informasi lengkap mengenai penyaluran bantuan kemanusiaan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Sekretariat Jenderal MPR RI yang dirilis pada Kamis, 12 Februari 2026.
