Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk membangun pusat riset dan layanan kesehatan bernama Sekar Purwo. Proyek ambisius yang didanai melalui skema Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) ini telah mulai berjalan sejak awal tahun 2026.
Kepastian kesiapan sistem pengelolaan Sekar Purwo dibahas dalam pertemuan antara Rektor UGM Prof Ova Emilia, Rektor Unsoed Prof. Dr. Akhmad Sodiq, dan Rektor Undip Prof Suharnomo bersama perwakilan Bappenas di Gedung Pusat UGM, Yogyakarta, pada Jumat (13/2/2026). Sinergi ini bertujuan mengembangkan infrastruktur kesehatan yang lebih relevan dan komprehensif bagi masyarakat.
Sinergi Strategis dan Pengelolaan Aset Kesehatan
Rektor UGM, Prof Ova Emilia, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dalam mengelola aset pelayanan kesehatan. Menurutnya, Sekar Purwo akan dikembangkan secara bertahap untuk menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.
“Saat ini Kemdiktisaintek sudah memiliki 33 RS PTN dan itu luar biasa. Harus ada satgas khusus di bawahnya, atau sejenis konsorsium untuk membantu mengelola fasilitas pelayanan tersebut. Terlebih, perguruan tinggi memiliki sumber daya manusia yang turut membantu berbagai riset di Kementerian Kesehatan,” ujar Prof Ova.
Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RS PTN) atau Rumah Sakit Akademik (RSA) memiliki misi khusus yang mencakup pengabdian, riset, dan inovasi. Peran ini dinilai sebagai elemen vital yang melengkapi fungsi pelayanan kesehatan yang dijalankan oleh Kementerian Kesehatan.
Detail Proyek dan Kolaborasi Internasional
Proyek Sekar Purwo mencakup pembangunan gedung pelayanan, pusat penelitian dan pengembangan, pembuatan basis data terintegrasi, serta penyediaan alat medis mutakhir. Untuk mematangkan sistem operasional, pihak universitas menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan dari Inggris.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, menjelaskan bahwa pemilihan mitra internasional bertujuan untuk membangun ekosistem riset yang kuat. Pihaknya akan bekerja sama dengan perguruan tinggi di United Kingdom (UK) dalam kerangka kolaborasi strategis.
Target Layanan dan Pengembangan Infrastruktur
Pembangunan pusat kesehatan ini ditargetkan mampu melayani sekitar 37 juta jiwa di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pendanaan proyek didukung oleh UK Export Finance (UKEF) yang mencakup pembangunan tiga fasilitas fisik utama:
- Rumah Sakit Akademik Unsoed
- Pusat Riset Sel Punca dan Inovasi Nutrisi Kesehatan
- Pusat Riset Molekular dan Genomik
Proyek ini diproyeksikan rampung dalam waktu 36 bulan ke depan. Pembangunan akan dipusatkan di dua lokasi strategis milik Unsoed di Purwokerto, yakni Kampus Fakultas Kedokteran di Jl. Dr. Gumbreg dan Kampus Karangwangkal.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Jenderal Soedirman yang dirilis pada Februari 2026.
