Teknologi

Ungkap Isi E-mail Jeffrey Epstein, Pengguna Reddit Temukan Kredensial dalam Dokumen Resmi DOJ

Advertisement

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis jutaan dokumen terkait penyelidikan mendiang Jeffrey Epstein yang memicu kehebohan di forum daring Reddit. Sejumlah pengguna mengeklaim telah menemukan informasi kredensial berupa alamat e-mail dan kata sandi yang diduga milik terpidana kasus perdagangan seks tersebut dalam berkas yang dapat diakses publik.

Klaim Akses Akun dan Temuan Pesan Sampah

Beberapa warganet di Reddit mengaku berhasil masuk ke akun e-mail tersebut, namun melaporkan bahwa kotak masuknya cenderung kosong tanpa aktivitas signifikan. Tak lama setelah informasi ini tersebar, akun-akun tersebut dikabarkan mulai dipenuhi oleh pesan sampah (spam), lelucon internet atau meme, hingga perubahan foto profil oleh pihak yang tidak dikenal.

Selain e-mail, sejumlah pengguna forum juga mengeklaim dokumen Epstein Files rilisan DOJ turut memuat informasi kredensial layanan internet lain. Namun, beberapa akun dilaporkan tidak dapat diakses secara bebas karena telah dilengkapi sistem keamanan otentikasi dua langkah (2FA).

Peringatan Pakar Keamanan Siber

Pakar keamanan siber dari Cybernews mengingatkan bahwa tindakan masuk atau mengakses akun layanan internet milik orang lain tanpa izin tetap tergolong tindakan ilegal. Hal ini berlaku terlepas dari bagaimana informasi kredensial tersebut diperoleh, termasuk apabila data itu muncul dalam dokumen resmi pemerintah.

Pakar juga menekankan bahwa keberadaan data login dalam dokumen tidak serta-merta berarti akun tersebut masih aktif atau bebas diakses sesuka hati. Saat ini, muncul pula situs tidak resmi yang mencoba menyusun ulang arsip e-mail Epstein untuk memudahkan publik melakukan penelusuran kata kunci tertentu.

Advertisement

Konteks Penyelidikan Epstein Files

Epstein Files merujuk pada kumpulan dokumen yang berisi arsip korespondensi, catatan perjalanan, hingga berbagai data digital dari penyelidikan terhadap Jeffrey Epstein. Epstein sendiri meninggal dunia pada 2019 saat berada dalam tahanan di New York sebelum menjalani persidangan atas tuduhan perdagangan seks anak.

Kasus ini menjadi sorotan global karena menyeret jaringan pergaulan tokoh elite dunia, termasuk nama-nama seperti Bill Gates, Elon Musk, hingga mantan Presiden AS Bill Clinton. Penting untuk dicatat bahwa penyebutan nama dalam dokumen tersebut tidak otomatis menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana karena banyak nama muncul dalam konteks jadwal pertemuan atau klaim sepihak.

Informasi lengkap mengenai perkembangan isu ini disampaikan melalui laporan Cybernews dan Unilad yang merujuk pada rilis dokumen resmi Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Advertisement