Berita

Update Kecelakaan WNI di Chinatown Singapura: KBRI Ungkap Kondisi Ibu dan Penyebab Kematian Bocah 6 Tahun

Advertisement

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura memberikan pembaruan terkini mengenai kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban kecelakaan di kawasan Chinatown. Ibu korban dilaporkan telah sadar dan dalam kondisi stabil, sementara putri korban yang berusia enam tahun dinyatakan meninggal dunia akibat cedera berat.

Kondisi Medis Ibu Korban di Rumah Sakit Umum Singapura

Meskipun telah sadar, ibu korban yang berusia 31 tahun tersebut masih harus menjalani perawatan intensif di unit perawatan khusus (high-dependency unit) Rumah Sakit Umum Singapura (SGH). Korban dilaporkan mengalami luka serius, termasuk cedera organ dalam serta sejumlah patah tulang akibat benturan keras.

KBRI Singapura terus melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak rumah sakit untuk memantau perkembangan medis korban. Meski pihak keluarga sempat menyampaikan keinginan untuk memulangkan korban ke Indonesia guna perawatan lanjutan, tim dokter menyatakan bahwa kondisi pasien saat ini belum memungkinkan untuk dilakukan evakuasi medis.

Penyebab Kematian dan Proses Pemulangan Jenazah

Terkait putri korban yang berusia enam tahun, KBRI mengonfirmasi bahwa anak tersebut meninggal dunia di rumah sakit pada Jumat (6/2/2026) pukul 12.44 waktu setempat. Berdasarkan hasil autopsi resmi, penyebab kematian adalah cedera kranio-serebral atau cedera berat pada bagian kepala dan otak.

Pihak kedutaan telah memfasilitasi seluruh proses administrasi dan pemulangan jenazah ke tanah air. Berdasarkan keterangan resmi, jenazah anak tersebut kini telah dimakamkan di Indonesia. KBRI juga telah menemui ayah korban untuk menyampaikan belasungkawa serta memberikan pendampingan awal sejak hari kejadian.

Advertisement

Koordinasi Hukum dengan Kepolisian Singapura

Selain fokus pada bantuan medis, KBRI Singapura menjalin koordinasi erat dengan Kepolisian Singapura untuk memantau proses hukum terhadap pelaku. Pengemudi mobil yang terlibat, seorang perempuan berusia 38 tahun, telah ditangkap atas dugaan mengemudi tanpa kehati-hatian yang menyebabkan kematian.

Wakil Kepala Perwakilan KBRI Singapura beserta jajaran staf juga telah menemui keluarga korban pada Senin (9/2/2026). Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas kemungkinan bantuan hukum lanjutan yang dibutuhkan oleh keluarga selama proses peradilan berlangsung di Singapura.

Kronologi Kecelakaan di Kawasan Chinatown

Peristiwa tragis ini terjadi di South Bridge Road, dekat Buddha Tooth Relic Temple, pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 11.50 waktu setempat. Kedua korban yang merupakan wisatawan asal Indonesia sedang menyeberang jalan di dekat area parkir terbuka saat mobil pelaku menghantam mereka.

Informasi lengkap mengenai penanganan kasus ini disampaikan melalui pernyataan resmi KBRI Singapura yang dirilis pada Selasa, 10 Februari 2026.

Advertisement