Berita

Waka MPR Ungkap Strategi Ketahanan Energi Lewat Nuklir dan Target Operasional PLTN Tahun 2032

Advertisement

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menekankan pentingnya pengembangan energi nuklir sebagai pilar utama untuk mewujudkan ketahanan energi nasional atau energy resilience. Langkah ini dipandang strategis guna memenuhi kebutuhan energi dalam negeri sekaligus mengejar target net zero emission pada 2060 atau lebih awal.

Pernyataan tersebut disampaikan Eddy saat menjadi pembicara dalam acara Kick-off Forum Nuclear Energy Awareness for Indonesia’s Low-carbon Future di Kantor Pusat PLN, Rabu (11/2/2026). Forum ini terselenggara atas kerja sama PLN dengan Tony Blair Institute dan Ecanid.

Paradoks Sumber Daya dan Urgensi Transisi Energi

Eddy menyoroti kondisi Indonesia yang saat ini berada dalam posisi paradoks sebagai negara kaya sumber daya alam namun masih menghadapi kerentanan pasokan. Menurutnya, kebijakan energi nasional harus diarahkan pada kemampuan pemenuhan kebutuhan dari sumber internal maupun eksternal dengan tetap memprioritaskan dekarbonisasi.

Ia mengingatkan bahwa program transisi energi memerlukan ruang penyesuaian yang mempertimbangkan bauran energi berdasarkan lima aspek utama:

  • Ketersediaan (availability)
  • Keterjangkauan (affordability)
  • Kemampuan (ability)
  • Keberlanjutan (sustainability)
  • Kehandalan (reliability)

Target Operasional PLTN dalam RUPTL 2025-2034

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025-2034, Indonesia telah mencanangkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pada tahun 2032 dan 2034. Proyeksi awal kapasitas mencapai 500 MW dan ditargetkan meningkat signifikan menjadi 7 GW pada tahun 2040.

Advertisement

Eddy menegaskan bahwa rencana besar ini menuntut perencanaan matang serta regulasi ketat, terutama menyangkut standar keamanan. Meskipun memiliki densitas energi yang tinggi, nuklir membawa tantangan besar yang harus dimitigasi sejak dini.

Aspek TantanganDetail Risiko
FinansialKebutuhan pembiayaan signifikan dan risiko cost overrun
TeknisKesiapan teknologi dengan standar keselamatan ketat
LingkunganPengelolaan limbah radioaktif yang berkelanjutan

Tantangan Geopolitik dan Persaingan Global

Selain faktor teknis, Eddy juga menyoroti pengaruh dinamika geopolitik global, termasuk negosiasi tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Hal ini dinilai krusial dalam menentukan mitra strategis serta teknologi yang akan diadopsi untuk pembangunan PLTN di tanah air.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memulai diskursus yang komprehensif guna memahami kemampuan nasional di tengah kompetisi global memperebutkan teknologi dan rantai pasok energi bersih. Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno yang dirilis pada Kamis (12/2/2026).

Advertisement