Dewan direksi Warner Bros. Discovery tengah mempertimbangkan untuk membuka kembali pembicaraan penjualan dengan Paramount Skydance. Langkah strategis ini muncul setelah Paramount menyampaikan revisi tawaran dengan syarat kesepakatan yang dinilai lebih kompetitif dibandingkan rencana sebelumnya.
Persaingan Penawaran Antara Paramount dan Netflix
Pada Desember 2025, Warner Bros. sebenarnya telah menyepakati penjualan studio film dan layanan streaming HBO Max kepada Netflix. Kesepakatan tersebut dipatok pada harga 27,75 dollar AS per saham atau sekitar Rp466.454 (kurs Rp16.827 per dollar AS).
Namun, Paramount yang menaungi jaringan CBS dan MTV meluncurkan tawaran tidak bersahabat (hostile bid) senilai 30 dollar AS per saham dalam skema tunai penuh. Nilai tersebut setara dengan Rp504.810 per saham, yang secara signifikan melampaui tawaran awal dari Netflix.
Detail Revisi Tawaran Paramount Skydance
Paramount memperkuat posisinya dengan menambahkan ticking fee sebesar 25 sen atau sekitar Rp4.207 per saham jika terjadi keterlambatan persetujuan regulator atas transaksi tersebut. Tambahan biaya ini bernilai sekitar 650 juta dollar AS atau setara Rp10,94 triliun untuk setiap kuartal hingga 31 Desember 2026.
Selain itu, Paramount menyatakan kesiapan untuk menanggung biaya terminasi sebesar 2,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp47,12 triliun yang harus dibayarkan kepada Netflix apabila kesepakatan dengan Warner Bros. dibatalkan. Perusahaan juga berencana menghapus potensi biaya pembiayaan ulang utang senilai 1,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp25,24 triliun.
Proyeksi Kelanjutan Negosiasi Akuisisi
Laporan pasar menunjukkan bahwa baik Paramount maupun Netflix sama-sama menyatakan kesediaan untuk menaikkan nilai penawaran demi mengamankan aset Warner Bros. Saat ini, pihak manajemen Warner Bros. sedang mengevaluasi secara serius apakah tawaran terbaru Paramount dapat menghasilkan kesepakatan yang lebih baik atau justru mendorong Netflix untuk memperbaiki syarat penawarannya.
Informasi lengkap mengenai perkembangan proses akuisisi ini didasarkan pada laporan internal dan data pasar yang dihimpun hingga Senin, 16 Februari 2026.
