PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), anak usaha Garuda Indonesia Group, resmi mengumumkan ekspansi layanan penyediaan tenaga kerja atau outsourcing ke pasar internasional pada tahun 2026. Langkah strategis ini diambil menyusul tren pertumbuhan bisnis yang signifikan sejak tahun 2023 di berbagai sektor industri.
Capaian Kinerja dan Pertumbuhan Bisnis GDPS
Direktur Utama PT Garuda Daya Pratama Sejahtera, Cornelis Radjawane, menyatakan bahwa pencapaian perusahaan merupakan hasil kolaborasi internal dan dukungan mitra strategis. GDPS mencatat pertumbuhan bisnis sebesar 24,61 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, serta melonjak 53,01 persen jika dibandingkan dengan data tahun 2023.
Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi pelanggan dari internal Garuda Indonesia Group maupun sektor eksternal. Beberapa sektor non-grup yang menjadi mitra utama meliputi:
- Minyak dan Gas (Oil & Gas)
- Logistik
- Teknik (Engineering)
- Teknologi
- Barang Konsumsi Cepat Saji (FMCG)
Ekspansi Proyek dan Pengelolaan Tenaga Kerja
Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, jumlah tenaga kerja yang dikelola oleh GDPS mengalami peningkatan sebesar 44 persen. Saat ini, perusahaan Business Process Outsourcing (BPO) tersebut mengelola 139 proyek yang tersebar di 93 kota di seluruh Indonesia.
Di level internasional, GDPS telah menjalankan lebih dari dua proyek di Uni Emirat Arab dan Papua Nugini. Kualitas layanan perusahaan juga tercermin dari angka Customer Satisfaction Index yang mencapai 3,97 serta Net Promoter Score sebesar 14,5, yang menunjukkan loyalitas pelanggan di sektor aviasi dan non-aviasi.
Strategi Internasionalisasi dan Target Pasar Global
Memasuki tahun 2026, GDPS mempercepat strategi korporasi dengan menempatkan talenta profesional di pasar global. Perusahaan berencana menjalin kolaborasi strategis dengan mitra di tiga negara utama, yaitu Korea Selatan, Arab Saudi, dan India.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat bisnis inti, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperluas jangkauan kerja sama, termasuk di tingkat internasional,” ujar Cornelis Radjawane dalam keterangan resminya.
Fokus ekspansi ini menyasar sektor berkualifikasi tinggi yang memerlukan kompetensi khusus, sertifikasi internasional, serta standar global. Perusahaan juga menyiapkan strategi human capital untuk mendorong keterlibatan karyawan yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2025.
Informasi lengkap mengenai rencana ekspansi dan kinerja korporasi ini disampaikan melalui pernyataan resmi PT Garuda Daya Pratama Sejahtera yang dirilis pada Kamis, 19 Februari 2026.
