Islami

AS Kirim Kapal Induk Terbesar USS Gerald R Ford ke Timur Tengah guna Perkuat Tekanan Militer

Advertisement

Amerika Serikat memutuskan untuk mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir terbesar di dunia, USS Gerald R Ford, ke kawasan Teluk Persia. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat kehadiran militer AS di Timur Tengah di tengah proses negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran.

Perubahan Rencana Operasi USS Gerald R Ford

Berdasarkan laporan The New York Times pada Kamis (12/2/2026), USS Gerald R Ford beserta kapal-kapal pengawalnya telah menerima instruksi mengenai tujuan baru tersebut. Sebelumnya, kapal induk ini tengah bertugas di kawasan Karibia untuk misi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Rencana pengerahan ini menandai perubahan signifikan dalam jadwal operasi armada tersebut. Merujuk laporan Jerusalem Post, kapal ini awalnya dijadwalkan beroperasi di perairan Eropa. Akibat pengalihan tugas ke Timur Tengah, kepulangan kapal ke pangkalan asalnya di Norfolk, Virginia, dipastikan tertunda hingga akhir April atau awal Mei mendatang.

Peningkatan Kekuatan Armada Laut di Timur Tengah

Pengerahan USS Gerald R Ford akan menambah kekuatan armada laut AS yang sudah bersiaga di kawasan tersebut. Saat ini, kapal induk USS Abraham Lincoln beserta beberapa kapal pendukung lainnya telah lebih dulu berada di posisi. Selain itu, terdapat kemungkinan pengiriman kapal induk tambahan untuk memperkuat tekanan.

Advertisement

Laporan The Wall Street Journal menyebutkan bahwa kapal induk USS George HW Bush kemungkinan akan menyusul ke wilayah konflik. Kapal tersebut saat ini tengah menjalani latihan militer di lepas pantai Virginia dan diperkirakan akan mempercepat proses latihan guna segera diberangkatkan ke Timur Tengah.

Pernyataan Tegas Donald Trump Terhadap Iran

Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras terkait masa depan hubungan diplomatik dengan Teheran. Trump menyatakan bahwa Washington siap mengambil langkah militer jika jalur diplomasi menemui jalan buntu. Dalam wawancara dengan N12, ia mengonfirmasi pertimbangan pengiriman gugus tempur kapal induk kedua.

“Pilihannya hanya dua: kita mencapai kesepakatan, atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat keras seperti yang pernah dilakukan sebelumnya,” tegas Trump.

Pernyataan ini mempertegas posisi Amerika Serikat yang tetap menyiagakan kekuatan tempur penuh sebagai opsi terakhir apabila negosiasi dengan Iran gagal mencapai titik temu. Informasi lengkap mengenai pergerakan armada militer ini disampaikan melalui laporan resmi kementerian pertahanan dan pernyataan kepresidenan yang dirilis pada Februari 2026.

Advertisement