Berita

Badan Informasi Geospasial Rilis Daftar 11 Gunung Bawah Laut Terbaru di Wilayah Indonesia

Badan Informasi Geospasial (BIG) resmi mencatatkan 11 nama gunung bawah laut sebagai bagian dari unsur rupabumi nasional melalui Peta NKRI 2025. Pengumuman ini disampaikan melalui akun media sosial resmi BIG pada akhir Januari 2026 sebagai upaya pemutakhiran data geografis Indonesia.

Sebelas gunung tersebut tersebar di berbagai titik strategis perairan Nusantara, mulai dari Samudra Hindia hingga wilayah timur Indonesia. Berdasarkan data resmi, formasi geologi ini terdiri dari empat gunung api berstatus aktif dan tujuh gunung api tidak aktif.

Sebaran Lokasi Gunung Bawah Laut

Distribusi gunung bawah laut ini mencakup beberapa area perairan utama. Tercatat ada tiga gunung di Samudra Hindia, satu di Laut Flores, dua di Samudra Pasifik Selatan, empat di Laut Sulawesi, dan satu di Laut Sawu.

Beberapa gunung ditemukan berkumpul dalam satu area luas, sementara lainnya berdiri sendiri sebagai struktur tunggal di dasar laut. Pencatatan ini menjadi bagian penting dalam kedaulatan informasi geospasial dan pemetaan kekayaan alam bawah laut Indonesia.

Daftar Lengkap dan Koordinat Gunung

Berikut adalah daftar 11 gunung bawah laut yang telah resmi masuk dalam database unsur rupabumi nasional:

Nama GunungKategoriLokasi Perairan
Gunung PagaiTidak AktifSamudra Hindia
Gunung Jogo JagadTidak AktifSamudra Hindia
Gunung SiratmayaTidak AktifSamudra Hindia
Gunung Baruna KombaAktifLaut Flores
Gunung TaungTidak AktifSamudra Pasifik Selatan
Gunung Rara MokoTidak AktifSamudra Pasifik Selatan
Gunung Kawio BaratTidak AktifLaut Sulawesi
Gunung NaungTidak AktifLaut Sulawesi
Gunung MaseliheAktifLaut Sulawesi
Gunung Banua WuhuAktifLaut Sulawesi
Gunung HobalAktifLaut Sawu

Proses Pembentukan Geologis

Ketua Tim Kerja Gunung Api PVMBG, Heruningtyas Desi Purnamasari, menjelaskan bahwa proses terbentuknya gunung api di bawah laut memiliki kemiripan dengan gunung api di daratan. Fenomena ini dipicu oleh aktivitas magma dari dalam bumi yang naik melalui celah kerak bumi.

“Gunung api bawah laut terbentuk karena aktivitas magma dari dalam bumi, dipicu oleh pergerakan lempeng tektonik. Bedanya, proses ini terjadi di dasar laut,” terang Tyas dalam keterangannya. Magma yang keluar akan mendingin dan membeku saat bersentuhan dengan air laut.

Jika proses pendinginan dan akumulasi lava ini terjadi berulang kali dalam jangka waktu yang sangat lama, material tersebut akan menumpuk hingga membentuk gunung. Dalam beberapa kasus, aktivitas yang terus berlanjut dapat membuat puncak gunung muncul ke permukaan dan membentuk pulau baru.

Informasi lengkap mengenai daftar unsur rupabumi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Badan Informasi Geospasial yang dirilis pada Peta NKRI 2025.