Finansial

Bea Cukai Segel Butik Tiffany & Co di Jakarta, Simak Rekam Jejak Brand Mewah Milik Grup LVMH Ini

Advertisement

Instruksi Menteri Keuangan dan Detail Penindakan

Kepala Seksi Penindakan DJBC Kanwil Jakarta, Siswo Kristyanto, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Fokus utama penindakan adalah untuk menggali potensi penerimaan negara dari sektor barang mewah atau high value goods.

“Kami dari Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta melakukan operasi terkait barang-barang high value good, yaitu barang-barang bernilai tinggi yang kami duga terdapat barang-barang yang tidak diberitahukan kepada pemberitahuan impor barang,” ujar Siswo saat ditemui di butik Tiffany & Co Plaza Senayan.

Perjalanan Ikonik dari New York Sejak 1837

Tiffany & Co. mengawali perjalanannya sebagai toko alat tulis dan barang mewah sederhana di 259 Broadway, New York, pada tahun 1837. Didirikan oleh Charles Lewis Tiffany dan John B. Young, modal awal perusahaan ini hanya sebesar 1.000 dollar AS yang dipinjam dari ayah Tiffany.

Pada pertengahan abad ke-19, Tiffany menghadirkan estetika khas Amerika yang berbeda dari gaya Victoria Eropa yang dominan saat itu. Salah satu terobosan besarnya adalah penerbitan Blue Book pada 1845, yang menjadi katalog penjualan langsung pertama di Amerika Serikat untuk koleksi perhiasan kelas tinggi.

Inovasi Perhiasan dan Akuisisi oleh LVMH

Merek ini mencatatkan sejarah pada 1878 dengan membeli berlian kuning mentah seberat 287,42 karat dari Afrika Selatan, yang kemudian dipotong menjadi 128,54 karat dan dikenal sebagai Tiffany Diamond. Selain itu, desain Tiffany Setting yang dirilis pada 1886 menjadi standar global untuk cincin pertunangan hingga saat ini.

Advertisement

Capaian dan Komitmen Keberlanjutan

Selain dikenal melalui perhiasan, Tiffany & Co juga memiliki peran dalam budaya populer dan olahraga melalui pembuatan trofi prestisius. Beberapa fakta menarik mengenai operasional global mereka meliputi:

  • Memiliki lebih dari 300 gerai yang tersebar di seluruh dunia dengan filosofi kemewahan sehari-hari.
  • Memproduksi Vince Lombardi Trophy untuk Super Bowl dan Larry O’Brien Trophy untuk NBA.
  • Menjalankan Diamond Source Initiative sejak 2019 untuk transparansi asal-usul berlian.
  • Menyumbangkan seluruh keuntungan koleksi Tiffany Save the Wild untuk konservasi satwa liar.

Informasi lengkap mengenai penindakan administratif ini disampaikan melalui pernyataan resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kanwil Jakarta yang dirilis pada Februari 2026.

Advertisement