Harga Bitcoin (BTC) bergerak di level 67.172 dolar AS atau sekitar Rp1,07 miliar pada Kamis (19/2/2026) siang. Pergerakan ini terjadi setelah aset kripto tersebut sempat melemah hingga di bawah level 66.500 dolar AS menyusul rilis risalah rapat (minutes) bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
Dampak Kebijakan Hawkish The Fed
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa respons pasar kripto saat ini mencerminkan penyesuaian cepat terhadap sinyal kebijakan moneter Amerika Serikat. Nada risalah rapat yang cenderung agresif atau hawkish membuat pelaku pasar menghitung ulang peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
“Ketika ekspektasi pemangkasan mundur, aset berisiko seperti Bitcoin cenderung ikut tertekan,” ujar Fyqieh melalui keterangan pers pada Jumat (20/2/2026).
Risalah rapat Januari menunjukkan bahwa sejumlah pejabat bank sentral menilai belum ada urgensi untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga. Dalam rapat yang berlangsung 27–28 Januari tersebut, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen melalui voting 10-2.
Tekanan Geopolitik dan Likuiditas Pasar
Selain faktor kebijakan moneter, tekanan pada Bitcoin diperkuat oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini mendorong harga minyak dunia naik lebih dari 4 persen, yang kemudian menekan selera risiko investor global secara keseluruhan.
Fyqieh menilai faktor geopolitik ini memperbesar volatilitas karena investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko. Di sisi lain, kembalinya likuiditas pasar Asia usai libur Tahun Baru Imlek turut memicu pergerakan harga yang lebih tajam akibat peningkatan volume perdagangan dan tekanan jual jangka pendek.
Analisis Teknikal dan Fase Konsolidasi
Secara teknikal, Bitcoin saat ini dinilai masih berada dalam fase konsolidasi pada area krusial. Fyqieh menyebutkan bahwa Bitcoin sedang bergerak di sekitar zona support jangka pendek dalam rentang harga tertentu.
- Zona Support: 66.200 dolar AS hingga 67.800 dolar AS.
- Level Resistensi: 68.380 dolar AS (sekitar Rp1,09 miliar).
- Target Pemulihan: 69.250 dolar AS hingga 70.800 dolar AS.
Pasar kripto diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam beberapa pekan ke depan. Investor kini menanti sinyal yang lebih jelas terkait arah kebijakan moneter global serta perkembangan dinamika geopolitik yang sedang berlangsung.
Informasi lengkap mengenai analisis pasar ini disampaikan melalui pernyataan resmi analis Tokocrypto yang dirilis pada 20 Februari 2026.
