Berita

BRIN Jelaskan Fenomena Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Hanya Terlihat di Wilayah Antarktika

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan fenomena astronomi Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang akan terjadi pada 17 Februari 2026. Fenomena yang kerap dijuluki sebagai cincin api ini diprakirakan muncul menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Mekanisme Terjadinya Gerhana Matahari Cincin

Pakar Astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa gerhana ini terjadi saat posisi Bulan berada di antara Matahari dan Bumi. Namun, karena Bulan berada pada titik terjauh dari Bumi, ukurannya tampak lebih kecil sehingga tidak mampu menutupi seluruh piringan Matahari secara sempurna.

“Akibatnya, Matahari terlihat seperti cincin cahaya terang yang mengelilingi Bulan,” ujar Thomas pada Rabu (4/2/2026). Berdasarkan data dari IFLScience, Bulan diperkirakan akan menutupi hingga 92 persen permukaan Matahari dengan durasi fase cincin selama dua menit 19 detik.

Wilayah Pengamatan dan Dampak Fenomena

Meskipun menjadi fenomena yang dinantikan, masyarakat di Indonesia tidak dapat menyaksikan peristiwa ini secara langsung. Thomas menegaskan bahwa jalur gerhana kali ini berada di wilayah Pasifik Selatan dan Antarktika.

“Gerhana Matahari cincin dan sebagian ini tidak bisa diamati dari Indonesia karena jalur gerhana berada di Pasifik Selatan dan Antarktika,” jelasnya. Selain Antarktika, fase gerhana sebagian hanya dapat terlihat di wilayah Chile, Argentina, dan Afrika Selatan.

Terkait dampak lingkungan, BRIN menegaskan bahwa fenomena ini tidak memberikan pengaruh signifikan bagi wilayah Indonesia. Dampak fisik hanya berupa potensi kenaikan pasang air laut maksimum di jalur lintasan gerhana dan wilayah Kutub Utara.

Daftar Fenomena Gerhana Sepanjang Tahun 2026

Selain peristiwa pada 17 Februari, Thomas memaparkan sejumlah agenda astronomi lainnya yang akan terjadi sepanjang tahun 2026. Berikut adalah daftar lengkap fenomena gerhana pada tahun tersebut:

  • Gerhana Bulan Total: 3 Maret 2026 (Dapat diamati dari Indonesia)
  • Gerhana Matahari Total: 12 Agustus 2026
  • Gerhana Bulan Sebagian: 28 Agustus 2026

Thomas menambahkan bahwa gerhana matahari yang dapat disaksikan dari Indonesia baru akan terjadi kembali pada 22 Juli 2028 dalam bentuk gerhana sebagian. Sementara itu, gerhana matahari cincin berikutnya pada 21 Mei 2031 juga diprediksi tidak melintasi wilayah Indonesia.

Informasi lengkap mengenai rangkaian fenomena astronomi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Pakar Astronomi BRIN yang dirilis pada Februari 2026.