CEO KrediOne Kuseryansyah menekankan pentingnya bagi generasi muda yang telah memiliki penghasilan untuk memanfaatkan layanan pinjaman daring (pindar) secara produktif dan bertanggung jawab. Pesan ini disampaikan dalam program edukasi keuangan bertajuk “Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” yang digelar di Politeknik Negeri Bandung pada Jumat (13/2/2026).
Pentingnya Disiplin Finansial di Era Digital
Kuseryansyah menjelaskan bahwa kemudahan akses terhadap layanan keuangan di era digital saat ini harus diimbangi dengan pemahaman yang kuat mengenai perencanaan keuangan. Menurutnya, disiplin finansial menjadi kunci utama agar pemanfaatan teknologi tidak berujung pada masalah keuangan di masa depan.
“Di era digital, kemudahan akses terhadap layanan keuangan harus diimbangi dengan pemahaman yang kuat mengenai perencanaan dan disiplin finansial,” ujar Kuseryansyah dalam keterangan tertulisnya. Ia juga mengimbau para pekerja muda untuk memahami risiko yang ada serta menjauhi praktik pinjaman online ilegal yang merugikan.
Kolaborasi Membangun Ekosistem Pinjaman Sehat
Kegiatan edukasi ini tidak hanya melibatkan pelaku industri, tetapi juga bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), dan institusi pendidikan. Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk membangun ekosistem pinjaman daring yang lebih sehat, transparan, dan akuntabel.
Melalui inisiatif ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih waspada terhadap bahaya pinjol ilegal. Edukasi yang diberikan mencakup cara mengidentifikasi layanan legal serta tanggung jawab dalam memenuhi kewajiban bertransaksi.
Data Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional
Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025, terdapat fakta menarik mengenai kondisi keuangan masyarakat Indonesia sebagai berikut:
| Indikator | Persentase |
| Tingkat Literasi Keuangan | 66,46 persen |
| Tingkat Inklusi Keuangan | 80 persen |
Data tersebut menunjukkan adanya kesenjangan sebesar 13,54 persen antara akses layanan keuangan (inklusi) dengan pemahaman masyarakat (literasi). Kesenjangan ini menjadi alasan kuat mengapa program edukasi perlu terus digalakkan agar masyarakat memahami dampak, risiko, dan tanggung jawab dalam memanfaatkan layanan keuangan.
Informasi lengkap mengenai imbauan penggunaan pinjaman daring secara bijak ini merujuk pada pernyataan resmi CEO KrediOne yang dirilis pada 13 Februari 2026.
