Islami

China Beri Bebas Visa untuk Inggris dan Kanada, AS Jadi Satu-satunya Anggota Five Eyes yang Absen

Advertisement

Pemerintah China secara resmi memberlakukan kebijakan bebas visa bagi warga negara Kanada dan Inggris mulai Selasa, 17 Februari 2026. Kebijakan yang bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek ini menempatkan Amerika Serikat sebagai satu-satunya anggota aliansi intelijen Five Eyes yang belum mendapatkan fasilitas serupa dari Beijing.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa aturan baru ini akan berlaku hingga akhir tahun 2026. Melalui kebijakan tersebut, pemegang paspor Kanada dan Inggris diizinkan menetap di China hingga 30 hari tanpa visa untuk berbagai keperluan, mulai dari bisnis, pariwisata, kunjungan keluarga, hingga program pertukaran.

Posisi Amerika Serikat dalam Aliansi Five Eyes

Langkah Beijing ini mempertegas dinamika hubungan diplomatik dengan anggota aliansi Five Eyes. Sebelumnya, China telah memberikan fasilitas bebas visa kepada Selandia Baru dan Australia sejak Juli 2024. Dengan masuknya Inggris dan Kanada dalam daftar terbaru, kini hanya warga Amerika Serikat yang masih diwajibkan menggunakan visa untuk memasuki wilayah China.

Kondisi ini muncul di tengah pergeseran peta politik global, terutama saat Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump kembali mengusung agenda America First. Sementara Washington memperketat hubungan dengan sejumlah sekutu, beberapa anggota Five Eyes justru mulai meninjau kembali relasi ekonomi dan diplomatik mereka dengan China.

Diplomasi Tingkat Tinggi dengan Inggris dan Kanada

Keputusan pemberian bebas visa ini menyusul kunjungan diplomatik penting dari para pemimpin negara terkait. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, sempat bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing bulan lalu. Dalam pertemuan tersebut, Xi menyerukan pembukaan babak baru hubungan bilateral yang didasarkan pada kepercayaan timbal balik.

Advertisement

“Tak peduli bagaimana China berkembang dan menjadi lebih kuat, China tidak akan menimbulkan ancaman bagi negara lain,” tegas Xi Jinping kepada Starmer.

Di sisi lain, Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga melakukan kunjungan empat hari ke China pada Januari 2026. Kunjungan tersebut menghasilkan kesepakatan ekonomi signifikan, termasuk pencabutan tarif impor tambahan 100 persen oleh Kanada untuk kendaraan listrik asal China. Sebagai timbal balik, China menurunkan bea masuk untuk produk canola dari Kanada secara drastis.

Target Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi

Hingga saat ini, total terdapat 79 negara yang telah mendapatkan akses bebas visa ke China. Sebanyak 50 negara memperoleh fasilitas tersebut secara sepihak, sementara sisanya melalui skema timbal balik. Kebijakan ekspansif ini merupakan bagian dari strategi Beijing untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata dan investasi asing pascapandemi.

Data Administrasi Imigrasi Nasional menunjukkan efektivitas kebijakan ini dengan catatan 30,08 juta kedatangan bebas visa sepanjang tahun 2025. Angka tersebut mencakup hampir tiga perempat dari total kunjungan warga asing ke China, atau meningkat sekitar 50 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Informasi lengkap mengenai kebijakan bebas visa ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China yang dirilis pada 17 Februari 2026.

Advertisement