Finansial

Chris Wright Ungkap Dana Minyak Venezuela 1 Miliar Dollar AS Kini Disimpan di Departemen Keuangan AS

Advertisement

Pemerintah Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa pendapatan dari penjualan minyak Venezuela telah mencapai angka 1 miliar dollar AS. Menteri Energi AS, Chris Wright, menyatakan bahwa seluruh dana tersebut kini telah dipindahkan dari rekening di Qatar ke Departemen Keuangan AS.

Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam pengelolaan aset energi Venezuela di bawah pengawasan Washington. Sebelumnya, dana hasil penjualan minyak tersebut ditempatkan di rekening berbasis di Qatar yang dikendalikan sepenuhnya oleh otoritas Amerika Serikat.

Detail Pemindahan Dana dari Qatar ke AS

Menteri Energi AS, Chris Wright, menjelaskan bahwa skema awal melibatkan pembukaan rekening di Qatar untuk menampung dana sebelum disalurkan kembali ke Venezuela. Namun, per Kamis (12/2/2026), Wright menegaskan bahwa dana tersebut tidak lagi dikirim ke negara Timur Tengah tersebut.

“Sekarang kami memiliki rekening di Departemen Keuangan AS. Dana itu tidak lagi dikirim ke Qatar,” ujar Wright dalam keterangannya. Perubahan ini terjadi setelah pemerintahan Presiden Donald Trump mengambil alih penjualan minyak Venezuela menyusul operasi militer terhadap mantan Presiden Nicol!s Maduro bulan lalu.

Risiko Klaim Kreditur dan Utang Luar Negeri

Penempatan dana di Qatar pada awalnya dilakukan sebagai strategi perlindungan dari kejaran kreditur internasional. Venezuela saat ini menghadapi klaim utang senilai puluhan miliar dollar AS akibat gagal bayar utang negara serta nasionalisasi aset perusahaan besar seperti Exxon Mobil dan ConocoPhillips.

Wright mengakui adanya risiko besar jika dana tersebut langsung ditempatkan di bank komersial AS. “Karena Venezuela memiliki begitu banyak kreditur dan utangnya sangat besar, ada risiko para kreditur bisa membekukan dana tersebut jika kami langsung menempatkannya di rekening bank AS yang baru dibuka,” jelasnya.

Advertisement

Persoalan Pengakuan Diplomatik dan Legalitas

Di sisi lain, Washington masih menghadapi tantangan hukum terkait pengakuan pemerintahan sah di Venezuela. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa pemerintah perlu menemukan solusi kreatif agar penempatan dana di AS memenuhi standar hukum yang berlaku.

Hingga saat ini, AS secara resmi masih mengakui Majelis Nasional hasil pemilu 2015 sebagai otoritas sah, bukan pemerintahan yang dipimpin oleh Delcy Rodr!guez. Rubio menekankan pentingnya pengakuan entitas politik yang jelas untuk melegalkan pengelolaan dana tersebut di dalam negeri.

Target Penjualan Minyak Tambahan

Selain dana 1 miliar dollar AS yang telah terkumpul, pemerintah AS melaporkan adanya perjanjian jangka pendek untuk penjualan tambahan minyak mentah. Nilai kontrak tersebut diperkirakan mencapai 5 miliar dollar AS yang akan direalisasikan dalam beberapa bulan ke depan.

Minyak mentah asal Venezuela tersebut sejauh ini telah dikirimkan ke sejumlah kilang di Amerika Serikat dan Eropa. Wright menambahkan bahwa masa depan kepemimpinan politik jangka panjang di Venezuela pada akhirnya akan ditentukan oleh rakyat Venezuela sendiri melalui proses transisi yang sedang berjalan.

Informasi lengkap mengenai kebijakan pengelolaan dana energi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Departemen Energi Amerika Serikat dan laporan kunjungan kerja pejabat tinggi AS ke Venezuela pada Februari 2026.

Advertisement