Inter Milan berhasil mengamankan kemenangan tipis 3-2 atas Juventus dalam laga bertajuk Derby d’Italia yang berlangsung pada Minggu (15/2/2026) dini hari WIB. Pertandingan sengit ini diwarnai oleh keputusan kontroversial wasit yang mengusir bek Juventus, Pierre Kalulu, di tengah jalannya babak pertama.
Kronologi Kartu Merah Pierre Kalulu
Pierre Kalulu terpaksa meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima dua kartu kuning dalam kurun waktu hanya 10 menit. Pengusiran ini membuat Juventus harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama, sebuah kerugian besar yang memengaruhi jalannya pertandingan di sisa waktu.
Sorotan tajam tertuju pada kartu kuning kedua yang berujung kartu merah bagi pemain asal Prancis tersebut. Insiden bermula dari pelanggaran yang dianggap dilakukan Kalulu terhadap bek Inter Milan, Alessandro Bastoni. Sebagian pihak menilai Kalulu tidak melakukan kontak fisik sama sekali terhadap Bastoni.
Situasi menjadi semakin rumit karena Video Assistant Referee (VAR) tidak dapat melakukan peninjauan ulang terhadap insiden tersebut. Berdasarkan regulasi yang berlaku, VAR tidak memiliki wewenang untuk memeriksa keputusan wasit yang berkaitan dengan pemberian kartu kuning kedua.
Reaksi Keras Pihak Juventus
Keputusan wasit tersebut memicu kemarahan dari jajaran petinggi Juventus. Giorgio Chiellini dan Damien Comolli dilaporkan berang dengan keputusan yang merugikan timnya tersebut. Mereka mempertanyakan keabsahan pelanggaran yang membuat timnya kehilangan satu pemain di laga krusial.
Pembelaan Cristian Chivu
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberikan pandangan berbeda terkait insiden tersebut. Meskipun mengakui bahwa sentuhan yang terjadi sangat minim, Chivu tetap meyakini bahwa keputusan wasit sudah tepat karena adanya kontak fisik.
“Saya kira itu sebuah kontak yang ringan, tapi tetap saja sebuah kontak,” ujar Chivu kepada Sky Sport Italia seusai pertandingan.
Chivu menjelaskan bahwa dalam situasi dengan kecepatan tinggi, kontak sekecil apa pun dapat berdampak pada pemain. Ia juga menceritakan pengalamannya saat menghadapi situasi serupa di Liga Champions, di mana ia selalu mengingatkan pemainnya untuk tidak memancing wasit mengambil keputusan sulit.
“Sekalipun itu kontak yang ringan, dan kita harus mengakui bahwa itu adalah kontak ringan, pemain saya masih merasakan kontaknya dan dia berlari dengan kecepatan penuh,” lanjut pelatih asal Rumania tersebut.
Chivu juga memberikan kritik kepada Kalulu yang dianggapnya kurang waspada. Menurutnya, sebagai pemain berpengalaman, Kalulu seharusnya bisa menjaga diri agar tidak melakukan sentuhan fisik yang berisiko di area sensitif.
Informasi mengenai jalannya pertandingan dan pernyataan resmi terkait hasil Derby d’Italia ini disampaikan melalui laporan pertandingan resmi dan wawancara pasca-laga yang dirilis pada 15 Februari 2026.
