Umat Islam di seluruh dunia mulai menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada Selasa (17/2/2026) atau Rabu (18/2/2026). Perbedaan letak geografis dan musim menyebabkan durasi puasa tahun ini bervariasi secara signifikan, mulai dari 2,5 jam hingga 14,5 jam per hari.
Penentuan awal Ramadhan setiap tahunnya bergeser sekitar 11 hari mengikuti siklus kalender Bulan. Hal ini menyebabkan periode puasa dari subuh hingga maghrib dipengaruhi oleh musim yang sedang berlangsung di masing-masing belahan bumi.
Pengaruh Geografi dan Musim terhadap Waktu Puasa
Saat ini, belahan bumi selatan tengah mengalami musim panas yang mengakibatkan periode siang hari menjadi lebih panjang. Sebaliknya, belahan bumi utara sedang berada dalam musim dingin sehingga durasi puasa cenderung lebih pendek dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Fenomena ini semakin terasa bagi wilayah yang letaknya jauh dari garis khatulistiwa. Di wilayah ekstrem, durasi siang hari dapat memanjang secara drastis pada musim panas dan memendek secara signifikan pada musim dingin.
Lokasi dengan Durasi Puasa Terlama dan Tersingkat
Puerto Williams di Chile, yang merupakan salah satu kota paling selatan di dunia, mencatatkan durasi puasa terlama pada awal Ramadhan 2026. Umat Islam di sana harus berpuasa selama kurang lebih 14,5 jam, mulai pukul 06.30 hingga 21.00 waktu setempat.
Kondisi kontras terjadi di Longyearbyen, Norwegia, sebagai pemukiman permanen paling utara di dunia. Durasi puasa di wilayah ini hanya berlangsung sekitar 2,5 jam, yakni antara pukul 10.50 hingga 13.30 waktu setempat.
Bagi umat Islam yang tinggal di daerah dengan durasi waktu ekstrem tersebut, banyak yang memilih untuk mengadopsi waktu Mekkah sebagai acuan. Langkah ini diambil agar durasi puasa tetap proporsional dan tidak membahayakan kesehatan.
Estimasi Waktu Puasa di Timur Tengah dan Kota Besar Dunia
Di kawasan negara-negara Arab, rata-rata waktu puasa berkisar antara 12 hingga 13 jam sehari. Di kota suci Mekkah, puasa pada awal Ramadhan akan dimulai sekitar pukul 06.50 dan berakhir pukul 18.20, atau berdurasi 11,5 jam.
Beberapa kota besar di belahan bumi selatan justru memiliki durasi yang lebih lama dibandingkan Timur Tengah. Berikut adalah rincian durasi puasa di beberapa wilayah:
- Buenos Aires (Argentina): 13 jam 15 menit pada awal Ramadhan.
- Auckland (Selandia Baru): Sekitar 13 jam 15 menit pada awal Ramadhan.
- Nuuk (Greenland): 9 jam pada awal Ramadhan, meningkat menjadi 12 jam di akhir bulan.
Durasi puasa di belahan bumi selatan seperti Buenos Aires dan Auckland akan berkurang sekitar satu jam pada akhir bulan suci karena periode siang hari yang memendek.
Tren Durasi Puasa Hingga Tahun 2031
Secara keseluruhan, durasi puasa di belahan bumi utara tahun ini akan sedikit lebih pendek daripada tahun lalu. Tren penurunan durasi ini akan terus berlanjut setiap tahun hingga mencapai titik terendah pada 21 Desember 2031, tepat saat Ramadhan bertepatan dengan titik balik matahari musim dingin.
Kondisi sebaliknya akan dialami oleh umat Islam di belahan bumi selatan. Durasi puasa bagi mereka diprediksi akan semakin panjang setiap tahunnya hingga mencapai puncaknya pada tahun 2031 mendatang.
Informasi lengkap mengenai variasi durasi puasa global ini merujuk pada data astronomi dan laporan geografis yang dihimpun untuk menyambut Ramadhan 2026.
