Dassault Aviation Kirim Tiga Jet Rafale Perdana untuk Perkuat Alutsista Udara Indonesia di Pekanbaru
Tiga unit pesawat tempur Rafale gelombang pertama resmi tiba di Indonesia dan kini ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait, mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut telah diserahterimakan secara administratif maupun teknis kepada TNI AU pada Selasa (27/1/2026).
Sejarah Pengembangan dan Kemandirian Dassault Aviation
Dassault Aviation, yang sebelumnya populer melalui jet bisnis Falcon, memfokuskan strategi bisnisnya pada pengembangan pesawat militer sejak dekade 1980-an. Langkah ini diambil setelah upaya mereka merambah pasar komersial melalui Dassault Mercure tidak berlanjut. Fokus tersebut melahirkan Rafale, jet tempur multiperan dengan konfigurasi sayap delta canard yang ikonik.
Pengembangan Rafale bermula dari kebutuhan Angkatan Udara dan Angkatan Laut Perancis pada era 1970-an. Meski sempat bergabung dalam program Future European Fighter Aircraft (FEFA) bersama Inggris, Jerman Barat, Italia, dan Spanyol pada 1983, Perancis akhirnya memilih jalur mandiri. Perbedaan spesifikasi, di mana Perancis menginginkan pesawat ringan untuk kapal induk sementara Inggris membutuhkan pencegat jarak jauh, menjadi pemicu utama perpisahan tersebut.
Spesifikasi dan Rekam Jejak Operasional Global
Rafale melakukan penerbangan perdana pada 1986 sebelum resmi dioperasikan oleh Angkatan Laut Perancis pada 2004 dan Angkatan Udara Perancis pada 2006. Hingga awal Januari 2026, Dassault telah memproduksi lebih dari 300 unit Rafale untuk memenuhi kebutuhan domestik dan pasar global.
| Tahun | Peristiwa Penting |
|---|---|
| 1986 | Penerbangan perdana Rafale |
| 2004 | Mulai digunakan Angkatan Laut Perancis |
| 2007 | Operasi militer pertama di Afghanistan |
| 2016 | Misi melawan ISIS dari kapal induk Charles de Gaulle |
Ekspansi Pasar Internasional dan Pesanan Indonesia
Selain Perancis, Rafale telah menjadi tulang punggung kekuatan udara di berbagai negara seperti Mesir, Yunani, India, dan Qatar. Indonesia sendiri telah menyepakati kontrak pengadaan total 42 unit Rafale. Kedatangan tiga unit pertama ini menandai dimulainya modernisasi alutsista udara nasional menggunakan teknologi Dassault.
Negara lain yang juga tercatat dalam daftar pemesan dan pengguna aktif meliputi Kroasia serta Uni Emirat Arab. Informasi detail mengenai spesifikasi teknis dan perkembangan terbaru jet tempur Rafale dapat diakses melalui kanal komunikasi resmi Dassault Aviation.